Advertorial

Unipma Raih Peringkat 11 Universitas Terbaik Se-Jatim

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi bukan halangan meraih prestasi. Di tengah keterbatasan akibat adanya wabah Covid-19, Universitas PGRI Madiun (Unipma) menorehkan prestasi bergengsi. Dua lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia -UniRank dan Webometrics- menempatkan Unipma masuk jajaran top 100 universitas terbaik nasional, serta top 10 dan 20 universitas terbaik se-Jawa Timur.
Berdasarkan rilis UniRank, tahun ini Unipma masuk 100 universitas terbaik di tanah air, tepatnya peringkat 61 dari total 4.629 perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS). ‘’Sedangkan se-Jawa Timur kami menduduki ranking 11,’’ kata Rektor Unipma Prof. Dr. Parji, M.Pd. Rabu (3/3).

Sekadar diketahui, UniRank yang dulu dikenal dengan sebutan 4 International Colleges & Universities (4ICU) merupakan lembaga internasional yang rutin merilis peringkat total 12.358 universitas pada 200 negara setiap tahunnya. Pemeringkatan itu berdasarkan penilaian dan indikator terukur meliputi akreditasi oleh lembaga terbaik di negara masing-masing, penyelenggaraan pendidikan berbasis sarjana dan pascasarjana, serta format layanan pendidikan. ‘’Terukur dan jelas. Tidak ada yang bisa mengintervensi,’’ lanjut Parji.

Raihan prestasi itu sekaligus menunjukkan progres kualitas Unipma selama tiga tahun yang konsisten meningkat. Pada 2018 Unipma masih berada di urutan 231. Setahun berselang melesat di peringkat 134. Sementara, tahun lalu bertengger di urutan 86.

Ranking Unipma versi Webometrics tahun ini juga tidak kalah mentereng. Yakni, di urutan 86 dari 3.000 perguruan tinggi se-Indonesia. Melesat jauh dari peringkat sebelumnya di posisi 95. Dua tahun beruntun Webometrics menempatkan Unipma pada jajaran top 100 perguruan tinggi terbaik tingkat nasional. ‘’Untuk tingkat Jatim versi Webometrics, Unipma menempati urutan 16,’’ ujarnya.

Tidak berbeda dengan UniRank, Webometrics merupakan lembaga yang konsisten melakukan penilaian dan pemeringkatan universitas terbaik di dunia. Pemeringkatan yang dirilis tiap tahunnya itu menyasar lebih dari 22 ribu perguruan tinggi di dunia. Penilaian didasarkan pada mutu pendidikan yang meliputi kehadiran, visibilitas konten website, transparansi atau keterbukaan, serta keunggulan atau beasiswa.

‘’Artinya, kerja kami diapresiasi oleh lembaga pemeringkatan dunia, dan tentu keluarga besar Unipma semakin terpacu untuk memberikan layanan pendidikan sebaik-sebaiknya,’’ tutur Parji.

Prestasi itu sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak dilihat dari besarnya sebuah kota. Melainkan bagaimana sistem berbasis mutu serta sistem penjamin mutu internal dan eksternal dibangun perguruan tinggi demi meningkatkan layanan pendidikan agar mampu mencetak lulusan yang kompetitif dan berdaya saing.

‘’Seperti biasa, saya selalu berpesan, pandemi hendaknya dijadikan hikmah memacu kreativitas. Bukti ini semoga menjadi semangat bagi seluruhnya, utamanya insan pendidik, agar lebih terpacu berinovasi meski sedang kesulitan karena pandemi,’’ pungkasnya. (kid/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button