Ponorogo

Unik, Begini Ajakan Kreatif Warga Ronowijayan Lawan Korona

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Peserta sosialisasi di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, kini dirawat di ruang isolasi RSUD dr Harjono, Ponorogo. Hingga pukul 14.00 Rabu (1/4), rumah sakit milik pemkab setempat itu mengisolasi lima pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. ‘’Masih menunggu hasil tes swab,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg Rahayu Kusdarini.

Irin, sapaan kadinkes, mengungkapkan, sebagian dari lima PDP tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Lantaran diketahui acara tersebut jadi klaster penularan Covid-19, peserta dari Ponorogo pun langsung diperiksa petugas kesehatan setempat. ‘’Seperti diketahui, beberapa peserta pelatihan di Sukolilo itu positif korona,’’ ungkapnya.

Namun demikian, tidak semua PDP dari Sukolilo sakit. Irin menyebut, beberapa mantan peserta kini sehat. ‘’Sebelum selesai 14 hari, ada yang demam. Karena itu, dipindahkan dari isolasi mandiri di rumah ke RSUD dr Harjono,’’ lanjut dia.

Sementara itu, jumlah orang dengan risiko (ODR) dan orang dalam pemantauan (ODP) korona di Ponorogo terus bertambah. Tercatat 1.125 ODR dan 190 ODP. Menurut Irin, angka ODR terus bertambah karena warga dari zona merah mudik. ‘’Kami berharap, masyarakat mematuhi anjuran bertahan di rumah dan tidak mudik. Ini penting untuk mengurangi risiko penularan korona di Ponorogo,’’ pintanya.

Sementara itu, di sejumlah lingkungan, warga mulai getol mengampanyekan pembatasan fisik. Warga RT 3, RW 2, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, sengaja memasang baliho untuk mengingatkan pentingnya pembatasan fisik.

Imbauan dikemas dengan gaya bahasa menarik. Cara itu dipandang efektif. ‘’Kami mencegah Covid-19 masuk ke lingkungan kami. Masyarakat harus saling menjaga satu sama lain dengan menaati anjuran pemerintah,’’ kata Agus Himawan, ketua RT 3, RW 2.

Sehari sebelumnya, gelombang warga Ponorogo yang pulang dari belajar di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di luar daerah mulai berdatangan. Sekitar 152 santri dari Ponpes Lirboyo, Kediri. Mereka dipulangkan menggunakan tiga bus dan satu minibus ke Bumi Reyog Selasa lalu (31/3).

Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo Iptu Agus Syaiful Bachri menyebut, pihaknya ditugaskan mengamankan pemulangan. ‘’Selain skrining di perbatasan, santri juga wajib didisinfeksi setiba di lokasi penjemputan,’’ tandasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close