NgawiPendidikan

UNBK Tetap Digelar, Sekolah Sediakan Hand Sanitizer

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Merebaknya virus Covid-19 di sejumlah daerah belum berdampak pada dunia pendidikan Ngawi. Pemprov memastikan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK tetap digelar sesuai jadwal. ”Tetap dilaksanakan,” kata Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi Minggu (15/3).

Supardi menjelaskan, UNBK SMK digelar mulai hari ini hingga Kamis mendatang (19/3). Namun, sekolah diminta melaksanakan imbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait antisipasi Covid-19. Salah satunya menyediakan hand sanitizer. ”Semua wajib cuci tangan sebelum masuk ruang ujian,” ungkapnya.

Selain itu, panitia diwajibkan membersihkan ruangan maupun peranti UNBK sebelum dan sesudah digunakan. Peserta yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak napas, serta gangguan tenggorokan juga dilarang mengikuti ujian bersama. ”Bisa mengikuti ujian pada waktu lain yang ditetapkan pusat asesmen dan pembelajaran,” ujarnya.

Supardi memastikan, imbauan yang termuat dalam surat edaran Kemendikbud itu sudah terdistribusikan ke semua sekolah penyelenggara UNBK. ”Untuk penggunaan masker (bagi peserta) belum ada perintah, tapi kalau mau pakai juga lebih bagus,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan nasib UNBK SMA dan MA? Supardi mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk pusat. ”Belum ada keputusan (tetap digelar atau ditunda). Nanti kalau ada informasi terbaru pasti kami sampaikan,” tuturnya sembari menyebut UNBK SMA dan MA dijadwalkan digelar 31 Maret.

Kepala SMKN Pitu Lamijan mengungkapkan bahwa pihaknya bakal melaksanakan instruksi terkait protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut. Meski diakuinya ada beberapa poin yang sedikit menyulitkan. Misalnya, harus menyemprotkan disinfektan setiap ganti sesi peserta ujian. ”Tapi, sebisa mungkin kami lakukan sesuai instruksinya,” tegasnya.

Lamijan menyebut, kemarin panitia di sekolahnya melakukan pembersihan ruangan sekaligus penyemprotan disinfektan. Pihaknya juga telah menyediakan hand sanitizer di setiap ruangan. ”Sebenarnya khawatir juga (penyebaran Covid-19), tapi tidak boleh berlebihan dan tak panik,” ujarnya.

Sekadar diketahui, UNBK SMK di Ngawi tahun ini bakal diikuti 5.811 peserta. Mereka berasal dari 48 SMK negeri maupun swasta. Pelaksanaannya dalam sehari dibagi maksimal dalam tiga sesi disesuaikan jumlah siswa. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button