AdvertorialPendidikanPonorogo

Umpo Nomor Wahid Se-Eks Karesidenan Madiun 

Tantangan Bukan untuk Dihindari tapi Dihadapi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) ditahbiskan sebagai perguruan tinggi terbaik se-eks Karesidenan Madiun. Predikat kampus nomor wahid itu disematkan lembaga penilai perguruan tinggi 4 International Colleges & Universities (4ICU) melalui daftar UniRank baru-baru ini. ‘’Capaian ini jadi tantangan agar Umpo terus berbenah agar tetap jadi yang terbaik,’’ kata Rektor Umpo Dr Happy Susanto Minggu (7/6).

Dalam daftar UniRank itu, Umpo nomor satu di antara 11 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN-PTS) di eks Karesidenan Madiun. Di level Jawa Timur, Umpo menduduki peringkat 12 dari 95 PTN-PTS. Sementara di level nasional, Umpo menempati peringkat 58 dari 573 PTN-PTS se-Indonesia.

Happy menambahkan, 4ICU yang berbasis di Australia itu memiliki beragam indikator penilaian. Predikat terbaik di eks Karesidenan Madiun merupakan bukti kualitas Umpo. Salah satunya adalah akreditasi. Di Umpo semua program studi terakreditasi A dan B.

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana turut memengaruhi kualitas. Kedua hal ini dijaga dengan baik di Umpo. Kompetensi SDM Umpo terus ditingkatkan demi menjawab tantangan zaman yang terus berubah. ‘’Umpo juga menyediakan ratusan beasiswa untuk mahasiswa baru yang ingin kuliah di sini,’’ terang rektor baru tersebut.

Di tengah pandemi Covid-19, Happy memandang semua pihak harus bahu-membahu memutus mata rantai penyebarannya. Termasuk Umpo dan lembaga perguruan tinggi lain. Umpo telah melakukan mitigasi melalui pelaksanaan perkuliahan daring. ‘’Sebelum ada pandemi, kami sudah menyiapkan sistem media pembelajaran daring. Rencananya, bulan depan akan ada pembuatan modul perkuliahan,’’ ujarnya.

Happy berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung Umpo berprestasi. Khususnya, sivitas akademika Umpo yang telah bekerja keras memajukan kampus berjuluk The Reyog University itu. ‘’Ke depan, tentu tantangan lebih berat ditambah kondisi pandemi sekarang ini. Karena itu, kita harus bekerja lebih keras dan giat. Karena tantangan bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi,’’ jelas Happy. (son/naz/c1/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button