Madiun

UMK Hanya Patokan, Realisasinya Fleksibel

Apindo Sikapi Santai Keinginan SPSI

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Madiun menanggapi santai keinginan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Organisasi para pekerja ini menginginkan nominal upah minimum kabupaten (UMK) 2020 lebih dari Rp 2 juta. Lebih tinggi dari proyeksi Rp 1,9 juta berdasar pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang ditentukan pemerintah pusat. ‘’Tidak masalah karena itu kan harapan,’’ kata Ketua Apindo Cabang Madiun Budi Ganefianto  Senin (4/11).

Antok, sapaan akrabnya, menyatakan besaran UMK Kabupaten Madiun kelak yang menentukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, sebelum angkanya digedok, dewan pengupahan daerah melakukan kajian. Selain lembaganya dan SPSI, juga melibatkan dinas tenaga kerja (disnaker). Lingkup kajian seperti survei kebutuhan hidup layak (KHL). Serta tidak menyalahi Peraturan Pemerintah (PP) 28/2015 tentang Pengupahan. ‘’Nominal itu nantinya tentu dibahas dalam rapat. Sebelum hasil akhirnya disampaikan ke gubernur,’’ paparnya.

Apindo menilai berat tidaknya para pengusaha mengupah karyawannya dengan proyeksi UMK Rp 1,9 juta itu relatif. Alias bergantung kemampuan keuangan masing-masing perusahaan atau usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bagi yang mampu, bisa jadi tidak keberatan atas kenaikan Rp 200 ribu dari UMK 2019 Rp 1,7 juta itu. Begitu pula kondisi sebaliknya. ‘’UMK ini sebetulnya hanya patokan, pelaksanaannya fleksibel sekali,’’ ucapnya.

Anto menyebut, dalam realita dunia usaha, besaran upah per bulan bergantung kesepakatan antara pengusaha dengan karyawan. Praktik tersebut biasanya diterapkan toko-toko kecil atau UMKM. Persoalannya belum bisa memberi gaji sesuai UMK karena kondisi keuangan yang sedang tidak bagus. ‘’Karena kalau dipaksakan, bisa berdampak lebih buruk. Misalnya, perusahaan bangkrut dan karyawannya itu malah tidak bisa bekerja,’’ paparnya.

SPSI memandang tren kenaikan UMK dari tahun ke tahun itu tergolong wajar. Sebab, kenaikan tersebut bagian stimulus menumbuhkan ekonomi. Merangsang para karyawan bekerja lebih giat. Sehingga, perusahaan atau UMKM tempatnya bekerja bisa lebih berkembang. ‘’Kembali lagi ujungnya kesejahteraan karyawan juga akan naik,’’ tutur Antok. (cor/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button