Madiun

Ulama Redam Potensi Demo Besar-besaran

Jangan Tunggu Warga Turun Jalan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Barisan ulama dan pemuka agama satu suara mendesak pencabutan tempat hiburan malam (THM) yang terbukti melanggar hukum di masa pandemi Covid-19.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berhimpun di Kantor Sekretariat FKUB Kota Madiun, Rabu malam (16/9).

Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo menegaskan tiga pernyataan sikap. Pertama, meminta pihak berwajib menutup serta mencabut izin operasional THM yang melanggar hukum dan aturan yang berlaku. Kedua, meminta pemerintah menggencarkan razia ke seluruh THM di Kota Madiun. Ketiga, pemerintah memberikan jaminan setiap kegiatan peribadatan aman. ‘’Kami mengapresiasi penerapan jam malam dan razia protokol kesehatan. Tapi, kami juga meminta ada razia THM,’’ ujarnya.

Barisan ulama sengaja berhimpun tadi malam guna meredam potensi masyarakat untuk turun langsung ke lapangan. Mereaksi temuan praktik prostitusi di salah satu THM. ‘’Akan ada demo besar-besaran. Karena itu, kami para orang tua meredam dan menyatakan sikap tegas,’’ tuturnya.

Ketua DMI Kota Madiun KH Masud cukup prihatin dengan insiden pembongkaran praktik haram beberapa waktu lalu. Fakta di balik pengungkapan Polda Jatim itu harus disikapi tegas oleh pemerintah di kota ini. ‘’Peristiwa itu terjadi di tengah susahnya pemerintah mengurus Covid-19. Bahkan, kami sampai diajak Pak Wali doa bersama tengah malam agar wabah ini lekas sirna tapi ternyata ada hal-hal yang tidak semestinya,’’ ungkapnya.

Selain mendesak pencabutan izin usaha THM nakal, DMI meminta ada pembatasan jam operasional tempat hiburan. Agar potensi terjadinya hal-hal yang dapat mencederai perasaan masyarakat di tengah situasi serbasulit ini dapat terhindarkan. ‘’Kami minta pemerintah dan pihak berwenang menjaga ketat. Agar kesusahan masyarakat tidak semakin bertambah,’’ lanjutnya.

Ketua FKUB Kota Madiun KH Dahlan menguraikan, selama pandemi ini setiap tempat peribadatan telah mematuhi protokol kesehatan. Mulai mengenakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Namun, justru ada tempat hiburan melakukan hal yang tidak sepantasnya. ‘’Itu sebabnya kami usulkan untuk sementara seluruh THM ditutup saja guna menghindari Covid-19,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close