features

Ukulele Buatan Gatot Suprianto Telah Rambah Berbagai Daerah

Bahan Kayu Nangka Paling Bagus karena Berserat Tebal

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sudah lebih dari satu dekade Gatot Suprianto menekuni usaha kerajinan ukulele. Kini, produknya telah merambah berbagai daerah. Namun, jauh sebelum itu, pria 49 tahun tersebut harus melewati serangkaian eksperimen yang gagal.

Pandi – sapaan Gatot Suprianto- menekuni kerajinan ukulele sejak 1990 silam. Awalnya dia sengaja membeli sebuah ukulele seharga Rp 200 ribu kala itu. Pandi lantas membongkar alat musik petik tersebut untuk mengetahui material apa saja yang dibutuhkan. ‘’Setelah itu, saya coba bikin, tapi gagal,’’ kenangnya, Jumat (8/10).

Beberapa hari berselang Pandi mencoba membuat lagi. Namun, tetap saja hasilnya jauh dari ekspektasi. Meski begitu, dia tidak patah arang. Pria 49 tahun itu lantas memberanikan diri pinjam bank Rp 2 juta untuk modal eksperimen pembuatan ukulele.

Tidak sia-sia, Pandi akhirnya menemukan teknik pembuatan ukulele yang benar. Sejak itu pula semangatnya berkarya semakin menebal. Pun, pesanan mulai berdatangan. ‘’Sebagian saya titipkan di toko alat musik. Alhamdulillah laku,’’ ucapnya.

Selama ini Pandi mendapatkan bahan kayu untuk membuat ukulele dari wilayah sekitar Kota Madiun. Jenisnya ada kayu nangka, mahoni, dan sono. ‘’Paling bagus pakai bahan kayu nangka karena seratnya lebih padat dan teksturnya berbeda, meskipun pengerjaannya lebih sulit,’’ ungkapnya.

Kini, penjualan ukulele buatan Pandi sudah merambah Ngawi, Kertosono, Nganjuk, Jombang, dan Sragen. ‘’Yang masih mentahan harganya Rp 200 ribu, kalau sudah diwarna atau dipelitur Rp 250 ribu,’’ bebernya sembari menyebut selama ini memproduksi jenis ukulele senar tiga dan empat. (tr1/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button