Ponorogo

Uji Swab Masal di RSUD dr Harjono, Sembilan Santri Temboro Reaktif

Pemudik Nekat dari Surabaya Langsung Masuk Rumah Sakit

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Puluhan santri salah pondok pesantren (ponpes) asal Temboro, Magetan, diuji swab masal, Sabtu (9/5). Menyusul ditemukannya sembilan santri reaktif rapid test setelah diisolasi 14 hari di balai desa. Sehingga, Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo tidak ingin mengambil risiko. ‘’Kami lihat hasilnya seperti apa. Misalnya, rapid test reaktif belum tentu hasil swab positif,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Minggu (10/5).

Data Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo, 57 santri Temboro masuk Bumi Reyog. Tiga di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat di RSUD dr Harjono. Sementara, 54 santri secara bergelombang menjalani rapid test usai diisolasi 14 hari di balai desa. ‘’Ternyata ada sembilan orang yang hasilnya reaktif,’’ ujarnya.

Pemkab, kata Ipong, telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait uji swab masal di RSUD dr Harjono tersebut. Sebab, dikhawatirkan jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim meledak dari klaster Temboro. ‘’Harapannya, hasil swab mereka negatif,’’ tutur Ipong.

Hingga kemarin siang, kumulatif ada 12 kasus positif virus korona di Bumi Reyog. Tiga kasus dari klaster Temboro; satu kasus dari klaster Jakarta; dan sisanya dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Sudah ada lima orang yang dinyatakan sembuh.

Di sisi lain, larangan mudik ternyata diabaikan beberapa oknum. Terbaru, seorang pemudik dari Surabaya reaktif rapid test. Yakni, seorang ibu asal Kecamatan Jambon. Mulanya, dia dan sang suami dijemput empat orang. Yakni, dua anak, seorang keponakan, dan seorang sopir. Di perjalanan, sang ibu mengeluh demam dan sesak napas. Belum sampai di rumah, ibu itu langsung dibawa ke RSU Aisyiyah. ‘’Dari rapid test, ternyata reaktif,’’ sebutnya.

Beruntung lima orang lainnya di satu mobil nonreaktif rapid test. Kelima orang langsung diisolasi di balai desa. Ipong menyebut, ibu tersebut sudah menjalani uji swab. Saat ini dirawat di RSU Aisyiyah. Ipong berharap kasus ini jadi pelajaran. Tidak mudik adalah pilihan terbaik untuk melindungi keluarga di kampung halaman. ‘’Mengapa diisolasi di balai desa, supaya jadi pelajaran. Bahwa semua orang harus patuh dan disiplin supaya potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan,’’ tegas bupati. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close