MadiunPendidikan

Uji Coba KBM Tatap Muka Tiga Lembaga

Wali Murid Pegang Kendali

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Penormalan pendidikan di Kabupaten Madiun ada di depan mata. Tiga lembaga di bawah naungan Pemprov Jawa Timur dijadikan pilot project kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Uji coba di SMAN 2 Mejayan, SMKN 2 Jiwan, dan SLBN Wetan itu berlangsung selama dua pekan ke depan. ‘’Sesuai jadwal dimulai 18 Agustus,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun Supardi Kamis (13/8).

Supardi menjelaskan, uji coba menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 420/11350/101.1/2020 tentang Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Jenjang SMA/SMK/SLB. Meski begitu, bisa tidaknya simulasi penormalan KBM, berada di bawah kendali wali murid. Jika ada yang keberatan, uji coba tidak bisa dilakukan. ‘’Sekolah tetap memfasilitasi pembelajaran jarak jauh (PJJ),’’ ujarnya.

Cabdindk telah berkoordinasi dengan pemkab mengenai persiapan uji coba. Salah satunya penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan sekolah. Peserta didik dari luar daerah juga harus melaksanakan uji cepat Covid-19 lebih dulu. ‘’Kami menekankan kepada tiga sekolah itu untuk benar-benar memperketat protokol kesehatan saat uji coba,’’ ucapnya.

Supardi menjelaskan, SMAN 2 Mejayan, SMKN 2 Jiwan, dan SLBN Wetan ditunjuk karena telah memenuhi persyaratan umum. Mulai sarana dan prasarana pembelajaran hingga kelengkapan protokol kesehatan. ‘’Pembatasan seperti jumlah siswa dan mekanisme pembelajaran di dalam kelas harus diperhatikan,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Sekolah Siapkan Ruang Isolasi

SMAN 2 Mejayan mulai melakukan persiapan pasca ditunjuk sebagai pelaksana uji coba KBM tatap muka. Kamis (13/8) sekolah itu sibuk mengatur jarak tempat duduk di dalam kelas dan ruang isolasi.  ‘’Mengingat pentingnya pembelajaran tatap muka, persiapan harus matang,’’ kata Kepala SMAN 2 Mejayan Tedjo Sasono.

Tedjo menyebut, satu kelas nantinya diisi maksimal 18 siswa. Pengurangan itu upaya menjaga jarak. Tempat duduk diatur selang-seling. Meja dan bangku yang tidak boleh ditempati diberi tanda silang menggunakan lakban. ‘’Dari total 950 lebih siswa, yang hadir setiap hari sekitar 315 siswa,’’ ungkapnya.

Teknis uji coba KBM berlangsung selama empat jam dalam sehari. Mulai pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Selama KBM berlangsung, siswa wajib mengenakan masker dan guru ditambah face shield. Tidak akan ada waktu istirahat dan kantin tutup. Tujuannya mengurangi potensi siswa berkerumun.

Lokasi parkir siswa juga dipecah menjadi dua tempat. Mata pelajaran olahraga dan ekstrakurikuler ditiadakan. ‘’Guru tidak boleh berkeliling kelas ketika menyampaikan materi. Cukup duduk di tempat atau menulis di papan tulis,’’ terangnya.

Tedjo menambahkan, tamu yang datang diminta menunjukkan kartu identitas. Bila dari luar daerah, harus menyertakan surat keterangan sehat. ‘’Sebagai antisipasi, kami juga menyiapkan ruang isolasi,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close