Madiun

Uji Coba Dua Bulan, Camat Dukung Bangun Pasar Hewan Sambirejo

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kepala Desa (Kades) Sambirejo Suratno menyatakan beroperasinya pasar hewan di desanya Rabu lalu (24/6) itu masih pemanasan. Pemberitahuan dimulainya aktivitas jual-beli di lahan aset desa itu sebatas ditujukan ke forum pimpinan kecamatan (forpimca). ‘’Penggunaan aset desa sebagai lokasi pasar memang belum memiliki izin,’’ kata Suratno Kamis (25/6).

Lokasi Pasar Legi, sebutan pasar hewan baru di Sambirejo, adalah lapangan desa setempat. Namun, area yang ditempati pedagang hanya sebagian. Persisnya sebelah selatan yang berdekatan jalan. Pemanfaatan lapangan itu direncanakan berlangsung satu hingga dua bulan. Sebab, rencana lokasi pasar sesungguhnya area persawahan di sebelah barat lapangan. Luasnya sekitar 8.000 meter persegi. Saat ini masih ditanami padi. ‘’Kami ingin melihat prospeknya lebih dulu,’’ ujarnya.

Hingga kini, 14 warga telah mengajukan izin pendirian warung di kawasan Pasar Legi. Sembilan di antaranya telah mendirikan bangunan semipermanen. ‘’Kalau selama satu atau dua bulan itu berjalan, baru mengurus perizinan dan lainnya di instansi terkait,’’ bebernya seraya menyebut tidak ada penarikan retribusi selama masa uji coba.

Suratno membenarkan pedagang di Pasar Legi merupakan eksodus dari Pasar Pon Kota Madiun. Pasar hewan itu ditutup oleh pemerintah setempat beberapa waktu lalu. Terlepas itu, pemdes menangkap peluang pendirian pasar untuk memperkuat ekonomi. Pembahasannya dilakukan sejak satu tahun lalu. Pandemi Covid-19 menjadi alasan menjalankan pasar lebih cepat. ‘’Kondisi ekonomi masyarakat sedang lemah akibat korona,’’ terang kades.

Camat Jiwan Widodo mendukung rencana membangun Pasar Legi Sambirejo. Pertimbangannya peluang ekonomi bagi warga setempat. Meski begitu, dia menggarisbawahi pembentukannya harus sesuai prosedur dan regulasi berlaku. Menilik lokasi yang dipakai adalah tanah kas desa. ‘’Semua prosedur dilalui dari awal. Seperti perdes (peraturan desa) tentang pengalihan penggunaan aset. Supaya tidak terjadi masalah di belakangnya,’’ paparnya.

Widodo mengatakan, tempo uji coba hingga dua bulan penting untuk melihat dua hal. Selain atmosfer perdagangan, juga dampak bagi warga sekitar. ‘’Tapi, protokol kesehatan jangan diabaikan,’’ pintanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close