MadiunPendidikan

Uji Coba Diakhiri, Siswa SMA/SMK Kembali KBM Daring

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Uji coba kegiatan belajar-mengajar (KBM) tahap dua SMA/SMK sederajat di Kabupaten Madiun masih sekadar angan. Belakangan, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun mengeluarkan Surat Edaran (SE) 005/2073/101.6.16/2020 tentang Penghentian Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Turunnya dokumen itu sekaligus menyudahi uji coba KBM tahap pertama mulai 18 Agustus lalu. Tiga lembaga pelaksananya: SMAN 2 Mejayan, SMKN 2 Jiwan, dan SLB Banjarsari Wetan, Dagangan. ‘’Iya, berhenti. Jumat (hari ini, Red) dilakukan evaluasi,’’ kata Kepala SMKN 2 Jiwan Supriyadi Kamis (3/9).

Sebelumnya, cabdindik mengajukan sembilan SMA/SMK negeri dan swasta di kabupaten ini sebagai pelaksana uji coba. Meski boleh tidaknya bergantung rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 setempat. Sayangnya, dalam SE tertanggal 1 September itu tidak dijelaskan secara eksplisit musabab uji coba diakhiri.

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi belum bisa memberikan keterangan ketika dimintai konfirmasi. Dia beralasan tugas dinas ke luar daerah. ‘’Saya rapat di Batu,’’ ucapnya lewat pesan WhatsApp.

Sementara, Kepala SMAN 1 Geger Makmun Fatoni legawa bila KBM tatap muka tahap dua tidak jadi digelar. Sebab, telah melakukan simulasi Senin (31/8), sehari sebelum SE turun. Lembaganya termasuk dalam sembilan usulan cabdindik. ‘’Uji coba (simulasi, Red) yang hanya sehari itu setelah mendapat pemberitahuan dari MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah, Red),’’ kata Fatoni.

Fatoni menerangkan, cabdindik mengabarkan lembaganya masuk KBM tatap muka tahap dua 28 Agustus. Fasilitas protokol kesehatan coba dipenuhi. MKKS lantas meminta dilakukan simulasi tiga hari berselang. Kegiatan itu diikuti ratusan siswa yang telah mendapatkan persetujuan wali murid atau orang tua. ‘’Kalau uji coba kuotanya 540 siswa. Separo dari jumlah 1.005 siswa,’’ bebernya.

Fatoni tidak mempermasalahkan perubahan rencana yang mendadak itu. Baik KBM tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ), sama-sama siap dilaksanakan. ‘’Tapi, mayoritas unsur sekolah menghendaki PTM,’’ tandasnya. (den/c1/cor)

Evaluasi Dulu Baru Ditambah

SEMENTARA, Pemkab Madiun juga tidak terburu memberi restu Cabdindik Jatim Wilayah Madiun melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua. Alasannya, banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menambah jumlah lembaga pelaksana. ‘’Sekolah yang sudah uji coba harus dievaluasi dulu,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Menurut Kaji Mbing, sapaan bupati, evaluasi penting sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Supaya keputusan memulai uji coba tahap dua tidak menjadi blunder. Sebab, menyangkut keselamatan peserta didik. ‘’Misal ada kurang ini, kurang itu, harus dipenuhi lebih dulu,’’ terangnya.

Bupati menyebut, komunikasi antara pemkab dengan Pemprov Jatim terus berjalan. Pada uji coba tahap pertama, pihaknya memberikan lampu hijau dengan sejumlah pembatasan. ‘’Ada tim tersendiri yang akan mengevaluasi. Ada komunikasi dan keputusan bersama. Kalau sudah klir, langsung tambah,’’ paparnya.

Kaji Mbing menyebut, langkah menekan persebaran Covid-19 lebih penting tanpa mengesampingkan pendidikan. Pihaknya tidak ingin kecolongan dengan mempertaruhkan nyawa siswa. ‘’Evaluasi perlu karena pelaksanaan PTM SMA/SMK sebagai pertimbangan jenjang pendidikan di bawahnya,’’ terangnya.

Pemkab juga mempertimbangkan grafik sebaran korona. Saat ini, Kabupaten Madiun zona kuning. ‘’Lebih baik, zona apa pun tetap waspada. Jangan ada euforia. Itu (kelonggaran, Red) akan memengaruhi mindset masyarakat,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close