Magetan

Tunggu Izin Polisi untuk Menggelar Pertunjukan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Seniman ludruk tobong Desa Tunggur, Lembeyan, Magetan, bisa bernapas lega. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Magetan telah merekomendasi untuk kembali menggelar pertunjukan sejak Jumat lalu (4/9). ‘’Tapi, dari Polsek Lembeyan belum memberi izin,’’ kata Eka Sanjaya, ketua Kelompok Ludruk Suro Menggolo, Selasa (8/9).

Rencananya, Eka dan perangkat desa setempat bakal ke Polres Magetan untuk minta izin hari ini. Dia mengklaim TGTPP Covid-19 sudah menyatakan kelompoknya memenuhi syarat. Sebab, segala fasilitas sudah dilengkapi. ‘’Tapi, kalau mekanismenya harus minta izin polres, kami akan lakukan. Kami persilakan meninjau lokasi,’’ ujarnya.

Jika harus rapid test, dia akan musyawarah dulu dengan seluruh krunya. Total 50 orang. Termasuk panjak, penampil, maupun pengrawit. Namun, jika harus membiayai sendiri, pihaknya keberatan. Pihaknya berterima kasih jika ada yang memfasilitasi. ‘’Kalau demi kebaikan, akan kami lakukan,’’ tuturnya.

Eka mengungkapkan, para seniman ludruk sudah pindah dari tempat sebelumnya di perbatasan Magetan-Ponorogo ke lapangan Tunggur sekitar dua bulan lalu. Bahkan, sudah mengatur tempat duduk penonton agar tetap jaga jarak. ‘’Karena mayoritas penonton biasa duduk,’’ sebutnya.

Di Lembeyan, lanjut dia, tidak semua wilayahnya zona merah. Namun, sejak pagebluk korona, mereka tak bisa menggelar pertunjukan. ‘’Penjual jasa seperti kami ini benar-benar terdampak,’’ ungkapnya.

Bahkan, para pedagang kaki lima yang berjualan saat pertunjukan pun terdampak. ‘’Meski tidak ada pertunjukan, mereka juga tidak bisa jualan. Karena tidak diperbolehkan,’’ sebutnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close