Magetan

Tunggu Hasil Swab Test Kedua, 32 Pasien Jalani Isolasi di Gedung Karantina

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua pekan sudah puluhan pasien positif Covid-19 menjalani perawatan dan isolasi di karantina fasilitas khusus Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan. Terhitung sejak 4 Mei lalu sebanyak 32 pasien positif korona diboyong ke sana. ‘’Tinggal menunggu hasil swab test kedua,’’ terang Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Dinkes Magetan Didik Setyo Margono Minggu (17/5).

Didik menjelaskan, jika hasil laboratorium negatif, pasien akan segera dipulangkan. Namun, sesuai prosedur, mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. ‘’Pengujian swab harus antre,’’ ungkapnya sembari menyebut pengambilan swab terakhir dilakukan sekitar sepekan lalu.

Didik mengklaim, 32 pasien yang berada di karantina fasilitas khusus itu dalam kondisi sehat. Penanganan yang diberikan petugas medis adalah mengoptimalkan status kesehatan mereka. ‘’Makan teratur tiga kali sehari sangat dijaga,’’ ujar pria yang juga menjabat kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Magetan itu.

Tak hanya soal makanan yang dipenuhi, sarana olahraga juga disediakan bagi para pasien. Pun, saban pagi mereka rutin berjemur di bawah sinar matahari. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga sangat dianjurkan di sana. ‘’Kami sediakan peralatan cuci tangan dan masker. Mereka diisolasi, tidak boleh ke mana-mana,’’ tuturnya.

Selain 32 orang yang ditempatkan di fasilitas khusus tersebut, kata Didik, ada empat pasien lain yang juga dipantau kondisi kesehatannya. Keempat pasien itu menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. ‘’Kondisinya sampai saat ini juga bagus. Kami pantau terus perkembangannya,’’ katanya.

Di sisi lain, kurva kasus Covid-19 di Magetan mengalami pergerakan. Itu terjadi setelah dua pasien positif dipulangkan dari rumah sakit swasta di Surabaya, Sabtu (16/5). Pasutri asal Kecamatan Poncol itu terpapar korona dari klaster pabrik rokok Sampoerna. Keduanya kini dirawat di ruang isolasi RSUD dr Sayidiman karena karantina fasilitas khusus dinkes sudah penuh. ‘’Kondisinya sehat,’’ ujar Didik.

Pada hari yang sama, ditemukan tiga kasus positif Covid-19 baru hasil contact tracing terhadap pasien positif di lingkup Ponpes Al Fatah, Temboro. Ketiga pasien tanpa gejala itu masing-masing berasal dari Kecamatan Karas, Bendo, dan Plaosan. Saat ini ketiganya menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Sementara, kemarin dua warga Kecamatan Karas dinyatakan positif terpapar korona. Pasien ke-59 sebelumnya berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Saat ini pasien laki-laki usia 59 tahun itu tengah dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan.
Sedangkan seorang pasien lainnya, pria 51 tahun, tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit Ponorogo. Pasien tersebut sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Kendati berasal dari Kecamatan Karas, sejauh ini belum diketahui dari klaster mana keduanya terpapar. ‘’Asal klaster masih kami telusuri. Besok (hari ini, Red) kami lacak siapa saja yang pernah yang kontak langsung,’’ kata Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan Saif Muchlissun. (bel/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close