Madiun

Tunggak Retribusi Terancam Angkat Kaki

Pemkot Tak Beri Keringanan Pedagang Pasar Rakyat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para pedagang terancam angkat kaki dari pasar rakyat. Jika tak sanggup melunasi tunggakan retribusi sampai batas waktu yang ditetapkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi menyebut, capaian retribusi dari 17 pasar rakyat belum maksimal. Realisasinya molor lantaran pedagang yang menyewa ruko meminta toleransi pembayaran hingga akhir tahun. ‘’Para pedagang akan kami panggil saat perjanjian penetapan retribusi 2021. Jika belum bisa melunasi, akan kami alih sewa ke orang lain,’’ tegasnya.

Dua bulan jelang tutup tahun, persentase retribusi pasar masih berkisar 69,38 persen. Sisa retribusi tetap dikejar sesuai target pendapatan sebelum tutup tahun. ‘’Target akhir tahun tertutup sesuai rencana,’’ katanya.

Ansar memastikan tidak ada keringanan retribusi. Meskipun banyak pedagang mengajukan keringanan di masa pandemi ini. Untuk rencana pendapatan retribusi tahun depan tidak ada kenaikan. Tetap sama dengan tahun ini sebesar Rp 4,063,560.000. ‘’Tidak ada keringanan retribusi,’’ tegasnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Besar Madiun (PBM) Agus Nur Hadi mengajukan keringanan retribusi hingga 50 persen. Namun, pengajuan sejak April lalu tak kunjung dikabulkan. Permohonan ini dipandang realistis mengingat geliat pasar sudah lama meredup. Tergerus ritel modern dan menjamurnya bisnis online. ‘’Belum lagi dihantam pandemi,’’ katanya.

Jika pemkot enggan mengabulkan keringanan retribusi, setidaknya pedagang mendapat toleransi waktu hingga sanggup membayar. ‘’Harusnya ada perhatian dari pemkot,’’ pungkasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button