Advertorial

Tunda Dua Agenda Hari Jadi Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hari jadi Kota Madiun ke-103 yang jatuh pada 20 Juni mendatang diharapkan menjadi kado terindah. Wali Kota Madiun Maidi berharap sedikitnya 47 rukun tetangga (RT) yang menyandang status zona kuning berubah jadi zona hijau. Pasalnya tren peningkatan kasus terjadi beberapa hari terakhir menempatkan Kota Madiun tertinggi urutan ketiga dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Angkanya mencapai 120 kasus, setelah di posisi pertama Kabupaten Madiun sebanyak 164 kasus dan Surabaya 129 kasus aktif. Maidi mengungkapkan tingginya kasus tersebut disebabkan beberapa faktor. Salah satunya terbentuk dari klaster keluarga. Dia menilai banyak keluarga yang kendor menerapkan protokol kesehatan (prokes). ‘’Setelah saya cek dengan dinkes-PPKB, di dalam satu keluarga ditemukan ada satu yang positif setelah ditracing satu keluarga semuanya positif, dicari lagi ada yang positif juga,’’ kata Maidi, Jumat (4/6).

Karena itu pemkot bakal menempuh beberapa langkah untuk menekan laju aktif Covid-19. Di antaranya penyemprotan disinfektan massal di tingkat RT dan RW. Kemudian mengoptimalkan kelurahan mandiri. Artinya bagi kelurahan yang sudah memiliki lapak UMKM, maka bisa menghidupi lingkungannya masing-masing. ‘’Jadi ini untuk memutus penyebaran covid-19 karena warga kan tidak keluar ke mana-mana, sehingga tingkat penularan semakin turun,’’ lanjutnya.

Langkah selanjutnya titik lokasi yang ditengarai banyak dimanfaatkan warga untuk berkerumunan terus dipantau. Warga yang menggelar hajatan diminta mematuhi aturan yang ada, dengan membatasi jumlah tamu undangan, hidangan tidak diperkenankan prasmanan dan menerapkan prokes lebih ketat. Kebijakan tersebut diterapkan untuk keselamatan dan kesehatan bersama agar terhindar dari wabah korona. ‘’Karena itu ada beberapa kegiatan rangkaian hari jadi dipending,’’ sebutnya.

Perkembangan Covid-19 yang dinilai mengkhawatirkan itu berdampak pada rangkaian peringatan Hari Jadi ke-103 Kota Madiun. Sejumlah even yang berpotensi mengundang kerumunan masa terpaksa ditunda. Seperti Madiun Kreatif dan Festival Pecel Pincuk yang dijadwalkan 17-19 Juni diundur. ‘’Ditunda menunggu Covid-19 turun, mungkin Agustus,’’ tambahnya.

Sementara itu rangkaian lainnya tetap dilaksanakan. Diawali Sarasehan Budaya di Ngrowo Bening kemarin malam (3/6). Vaksinasi bagi TP PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Madiun dengan total sebanyak 695 peserta dilaksanakan di Wisma Haji Jum’at (4/6). Berikutnya Khitan massal dengan peserta 309 anak dilakukan secara bertahap di rumah dinas walikota 8-9 Juni. ‘’Khitan masal tidak dapat ditunda karena menjadi kebutuhan masyarakat,’’ jelasnya.

Parade dalang bocah diikuti lima dalang se-Jawa Timur dilaksanakan di GOR Wilis Kuncen dan Makam Kuno Taman 18 Juni. Pada puncaknya, pemkot mengadakan upacara dan tumpengan di Balaikota pada 20 Juni. Malamnya, dilaksanakan Madiun Bersholawat di Ngrowo Bening. Tidak hanya itu, Hari Jadi Kota Pendekar juga disemarakkan dengan kegiatan Madiun Night Cycling etape 15 kilometer. Kegiatan ini digelar dengan pembatasan peserta gowes sebanyak 20-30 peserta, start dari Balaikota dengan finish di Pahlawan Street Center (PSC) 25 Juni mendatang. ‘’Bersepeda finish di PSC, kegiatannya malam dan peserta terbatas sehingga kerumunan tidak terjadi. Yang tidak boleh siang dan banyak kerumunan,’’ pungkasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button