News

Tuliskan Tiga Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila Kedua

×

Tuliskan Tiga Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila Kedua

Share this article

Tuliskan Tiga Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila Kedua – Sejarah Pancasila – Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Sebagai falsafah negara, sebenarnya Pancasila adalah penciptanya. Pancasila sendiri sudah menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia dalam pembangunan bangsa.

Penciptaan ideologi negara ini tentu saja bukan proses yang mudah, sehingga peristiwa lahirnya Pancasila merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara yang multikultural, tidak heran jika Pancasila sangat hidup dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Tuliskan Tiga Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila Kedua

Penting untuk diingat bahwa Pancasila selalu hadir dalam segala aspek kehidupan Indonesia. Di bawah ini akan kami jelaskan bagaimana Pancasila dirumuskan, fungsi Pancasila, pengertian silaturahim Pancasila dan pokok-pokok penggunaan Pancasila.

Sikap Positif Pancasila

Kisah lahirnya Pancasila hanya sebatas tinjauan perkembangan bentuk Pancasila pada tahun 1945 hingga keluarnya Instruksi Presiden pada tahun 1968. Pertama, Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 29 April 1945, Jepang membentuk Kelompok Kajian Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI.

Dalam perkembangannya terdapat beberapa usulan pembentukan Pancasila. A. Buku Saibini yang berjudul “Penjelasan Pancasila” dijadikan rujukan utama yang autentik agar penjelasan Pancasila tidak menimbulkan kesimpangsiuran di kalangan masyarakat pasca proklamasi kemerdekaan.

BPUPKI membentuk dasar negara pada sidang pertamanya. Pada tanggal 29 Mei 1945, Mukh. Yamin mengajukan rumusan dasar kenegaraan yang meliputi:

Pada sesi kedua, BPUPKI membahas pidato terkait rekomendasi utama negara yang disampaikan tiga tokoh. Pembahasan dasar-dasar pembentukan negara dilanjutkan oleh Sembilan Komite. Terakhir, setelah melalui pertemuan yang intensif, kesembilan panitia tersebut memaparkan hasil rumusan Pancasila ditinjau dari Piagam Jakarta, yang berisi:

Contoh Penerapan Pancasila Sila Ke 2

Pada tanggal 15 Agustus 1945, berita kekalahan Jepang tersebar luas dan sampai ke telinga para pemimpin pergerakan Indonesia. Akibat pemerintahan yang kosong ini. Sukarno dan Moh. Hatta dibujuk untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945,Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, atas nama negara Indonesia.

SEJARAH HUKUM INDONESIA Serangkaian buku sejarah hukum yang ditulis oleh Prof. Dr. Sutan Remi Sjahdeini, S.H. Ada beberapa fakta mengenai sejarah hukum Indonesia, salah satunya adalah lahirnya Pancasila yang menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan tindakan untuk mengatur masyarakat didalamnya. Dalam buku Dasar-dasar Negara Indonesia karya Bambang Suteng Sulasmono, Anda akan mempelajari berbagai nilai Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

“…maka kemerdekaan bangsa Indonesia ditentukan oleh Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang ditetapkan dalam susunan Negara Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa, Adil dan Beriman. kemanusiaan yang beradab, persatuan bangsa Indonesia dan rakyat yang berpedoman pada kebijaksanaan permusyawaratan dan keterwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia…”.

Baca Juga  Bekerja Sama Dalam Menjaga Kebersihan Kelas Adalah Tugas

Apa Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Bacaan Diatas?2. Tuliskan Nilai Yang Terkandung Dalam Sila

Pancasila sebagai dasar falsafah negara merupakan cerminan pemikiran rasional dan kritis terhadap kedudukan Pancasila sebagai pedoman kehidupan bernegara. Ada beberapa aspek pandangan yang melandasi Pancasila sebagai suatu filsafat, antara lain aspek ontologi, aksiologi, dan epistemologi.

Menurut Aristoteles, ontologi adalah ilmu yang mempelajari hakikat segala sesuatu yang mempunyai makna dengan metafisika atau keberadaan dan kenyataan. Maksud dari definisi ini berarti bahwa ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari makna keberadaan sesuatu.

Secara ontologis Pancasila adalah sesuatu yang benar dan nyata. Sebab, Pancasila menjelaskan bahwa keberadaan Tuhan dan keberagaman keberadaan bangsa Indonesia adalah suatu hal yang nyata. “Ketuhanan Yang Maha Esa” dari sila pertama menunjukkan bahwa Pancasila menerima adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta ini.

Dalam sila kedua Pancasila, manusia adalah makhluk Tuhan yang mempunyai kebutuhan spiritual dan keagamaan yang harus dipelihara dengan baik dalam kesatuan yang harmonis dan dinamis. Pada sila ketiga, “Persatuan Indonesia”, Pancasila mengakui metafisik yang “satu”, tidak terpisahkan dan utuh.

Bunyi Sila Ke 3 Pancasila Dan Contoh Pengamalannya Di Berbagai Lingkungan

Sementara itu, pada sila keempat, “Rakyat berpedoman pada kecerdasan dan keterwakilan,” Pancasila mengakui rakyat. Hakikat rakyat adalah dukungan negara yang berdaulat. Dari sila kelima, Pancasila menerima adanya “kebaikan”, yaitu keadilan. Keadilan akan tercapai jika masyarakat memenuhi tanggung jawab dan haknya sebagai individu dan sebagai bangsa.

Sementara itu, dari sudut pandang aksiologi, Pancasila mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan bagi terciptanya hak dan tanggung jawab dalam masyarakat majemuk. Aksiologi merupakan ilmu filsafat yang mempelajari tentang makna, sumber dan jenis nilai, serta tingkatan dan hakikat nilai tersebut. Oleh karena itu, yang ingin kita peroleh dari aksiologi adalah kemanfaatan ilmu itu sendiri.

Dari teori kausalitas Aristoteles, Pancasila memenuhi kriteria nilai intrinsik dan instrumental. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila mempunyai keutamaan sebagai dasar negara Indonesia dan pedoman hidup masyarakat Indonesia. Selain itu, Mac Sheller mengemukakan tiga jenis nilai: nilai material, nilai vital dan spiritual. Nilai materi adalah sesuatu yang berwujud dan nilai kehidupan adalah sesuatu yang dianggap penting.

Nilai-nilai spiritual ada hubungannya dengan jiwa individu seseorang. Ada empat unsur dalam nilai spiritual: kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kesucian. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila merupakan nilai spiritual yang meliputi nilai materil dan nilai kehidupan.

Baca Juga  Informasi Dari Teks Bisa Kita Dapatkan Dengan Cara

Contoh Pengamalan Sila 1, 2, 3, 4, 5 Pancasila Di Tempat Bermain

Secara epistemologis Pancasila merupakan ilmu yang dapat dibuktikan kebenarannya dan mempunyai kekuatan hukum sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. Epistemologi sendiri berasal dari kata Yunani episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan, kebenaran. Dan logos berarti pemikiran atau teori. Oleh karena itu, epistemologi dapat didefinisikan sebagai teori pengetahuan sejati.

Realitas Pancasila dapat dianalisis dengan menggunakan empat teori yaitu teori kebenaran, koherensi, komunikasi, pragmatis dan performatif. Dari teori konsistensi, Pancasila dapat dikatakan benar apabila nilai-nilai sila Pancasila mempunyai kesinambungan. Menurut teori komunikasi, Pancasila disebut benar apabila sesuai dengan realitas kehidupan warga negara Indonesia.

Dari teori pragmatis, Pancasila dapat dikatakan benar apabila Pancasila mempunyai manfaat bagi masyarakat. Dan menurut teori kinerja, Pancasila disebut benar apabila Pancasila mampu mengubah perilaku, budaya, sikap dan jiwa masyarakat Indonesia. Sila ketiga dan keempat Pancasila memaparkan cara-cara melakukan hal tersebut. Artinya Pancasila ketiga dan keempat memenuhi epistemologi Pancasila.

Menjadikan Pancasila sebagai dasar negara berarti seluruh aspek penyelenggaraan negara dan peraturannya selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sela Pancasila. Pancasila sebagai dasar falsafah negara merupakan sumber peraturan dan hukum yang berlaku secara implisit. Dengan kata lain Pancasila merupakan dasar umum pengaturan hukum negara di Indonesia. Pancasila mempunyai kedudukan sebagai sumber hukum di Indonesia.

Contoh Gambar Sila Ke 2, Lengkap Dengan Makna Dan Penerapannya Dalam Kehidupan

Kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara berarti bahwa segala peraturan hukum yang ada di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Menurut Pasal 7 Ayat 1 UU 12/2011, UUD 1945 merupakan landasan hukum tertinggi dari hierarki hukum.

Selain sebagai dasar negara, beberapa fungsi dan peran Pancasila dipaparkan di sini. Yang pertama adalah Pancasila sebagai pedoman hidup. Kedua, sebagai identitas bangsa dan ketiga, sebagai ideologi negara.

Pancasila sebagai pedoman hidup artinya nilai-nilai Pancasila dijadikan pedoman dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat dan penyelenggara pemerintahan harus ikut serta dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai pedoman hidup termasuk dalam lima sila.

Tulislah Nilai Nilai Yang Terdapat Pada Sila Ke 3 Pancasila! Tuliskan Contoh Sikap Dan Perilaku Yang

Dari sila pertama, artinya Indonesia beriman pada ketuhanan. Masyarakat Indonesia sendiri merupakan masyarakat majemuk, yaitu masyarakat yang menganut beberapa agama. Oleh karena itu, dari sila pertama ini, kita harus saling menghargai umat beragama sehingga dapat tercipta kehidupan yang tenteram dan tenteram.

Baca Juga  Buatlah Contoh Ucapan Penghormatan Dalam Pembukaan Pidato

Dari prinsip yang kedua, kita sebagai masyarakat Indonesia harus memahami bahwa setiap orang mempunyai kedudukan atau kedudukan yang sama. Jadi masyarakat tidak boleh mengontrol orang lain, ini justru bertentangan dengan kemanusiaan. Sebagai masyarakat, mari kita saling melindungi dan membantu demi perdamaian Indonesia.

Dari sila ketiga, persatuan Indonesia, masyarakat di Indonesia harus mengutamakan persatuan dan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Berlandaskan nasionalisme, harapannya adalah agar warga negara Indonesia bersatu tanpa memandang suku, ras, dan agama untuk rela berkorban demi negara Indonesia. Masyarakat juga diharapkan memiliki rasa cinta dan bangga terhadap negaranya sendiri.

Berdasarkan sila keempat, bangsa Indonesia tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain demi mengutamakan kepentingannya sendiri. Dan masyarakat Indonesia harus selalu berpegang teguh pada perundingan yang jujur ​​dan bertanggung jawab untuk mencapai mufakat.

Tataran Nilai Ideologi Pancasila Menurut Moerdiono, Materi Buku Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Sma Kelas Xi

Sila kelima menekankan bahwa asas keadilan sosial merupakan asas yang harus dilestarikan dalam masyarakat. Keadilan sosial bertujuan untuk membuat semua orang sama-sama bahagia, tanpa kekerasan atau penghinaan. Berdasarkan prinsip tersebut juga diharapkan masyarakat Indonesia dapat diperlakukan secara adil baik dari segi hukum, politik, sosial ekonomi, dan budaya.

Pancasila sebagai jati diri bangsa artinya Pancasila merupakan keunikan suatu provinsi di Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain. Pancasila dikatakan sebagai identitas bangsa karena Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi dasar pemikiran bangsa Indonesia tentang kehidupan yang baik dan menjadi ciri masyarakat Indonesia. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila juga dapat digunakan untuk membangun jati diri bangsa.

Identitas penting bagi negara. Membangun jati diri atau jati diri suatu bangsa merupakan bagian penting dari perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, setiap masyarakat hendaknya hidup dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan nilai-nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, melemahnya kemandirian bangsa dan terlupakannya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi negara artinya Pancasila bukan hanya pikiran seseorang atau sekelompok orang, tetapi Pancasila didasarkan pada nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Ideologi sendiri berarti segala gagasan, pendapat, dan keyakinan yang ingin diterapkan seseorang dalam kehidupannya. Ideologi

Nilai Yang Terkandung Dalam Sila Kedua Pancasila, Begini Penjelasannya