Madiun

Tukar Lahan Pelebaran Stasiun Madiun, Dewan Tak Pernah Diajak Bicara

‘’Dewan tidak serta merta menyetujui tukar guling. Harus kita kaji dulu, kita analisis grand design-nya bagaimana.’’ ARMAYA, Wakil Ketua DPRD Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Urusan tukar guling lahan terkait pelebaran Stasiun Madiun ternyata masih runyam. Sebab, sampai kini dewan belum menerima grand design kelanjutan perluasan yang mengarah pada pembangunan pedestrian tersebut.

Meski sehari sebelumnya PT KAI Daop VII telah bersepaham dengan Pemkot Madiun.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, seharusnya dewan diberi tahu materi secara detail untuk selanjutnya dipelajari prosedur dan mekanismenya. ‘’Belum ada (usulan). Dewan nggak pernah diajak ngomong,’’ ungkapnya Rabu (8/1).

Yayak, sapaan politisi Partai Perindo, itu menegaskan bahwa materi perluasan seharusnya lekas disampaikan ke dewan. Baik oleh PT KAI Daop VII maupun Pemkot Madiun. ‘’Dewan tidak serta merta menyetujui tukar guling. Harus kita kaji dulu, kita analisis grand design-nya bagaimana,’’ ujarnya.

Karena itu, pihaknya bakal mengusulkan kepada ketua DPRD untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan PT KAI dan pemkot. Mengingat proses persetujuan tukar guling bukan diberikan oleh perorangan, melainkan institusi atas kesepakatan seluruh anggota DPRD termasuk unsur pimpinan. ‘’Yang memberikan persetujuan itu tidak person dewannya, tetapi institusi, DPRD-nya. Jadi, prosesnya masih panjang. Kita saja belum tahu kok. Harus dirapatkan dulu di dewan mulai unsur pimpinan dengan anggotanya,’’ ungkap Yayak.

Pihaknya tidak menyoal rencana pembangunan jalur pedestrian terintegrasi seiring pembenahan tata stasiun. Pihaknya hanya berharap seluruh prosedur dilalui dengan baik sehingga tidak ada masalah di kemudian hari. ‘’Tetap nanti ada dengar pendapat terkait hal itu,’’ sambungnya.

Sehari sebelumnya (7/1), PT KAI Daop VII Madiun telah menyetujui langkah pemkot untuk membangun jalur pedestrian terintegrasi di Jalan Kompol Sunaryo. Dengan memberi respons positif berupa penambahan lebar trotoar menjadi 4,5 meter. Jalur pedestrian mulai pertigaan Jalan Biliton hingga pertigaan Jalan Pahlawan. Rencana pemkot, jalur pedestrian itu tersambung tak hanya sampai balai kota dan pusat perbelanjaan sekitarnya. Namun, hingga perempatan Tugu. Sehingga, tata kota dan tata stasiun sinkron dan terintegrasi. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button