Madiun

Tukar Guling Tak Bisa Sepihak, Langkah PT KAI Daop VII Ditentukan Tiga Kementerian

‘’Letter S di mana? Gak ada. Sama dengan kondisi sekarang. Malah dari arah Jalan Anggrek lurus kalau digeser.’’ WISNU PRAMUDYO, Vice President PT KAI Daop VII Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun ­– Urusan tukar guling lahan, PT KAI Daop VII-Pemkot Madiun tak kunjung sepemahaman. PT KAI Daop VII Madiun tetap bersikukuh mengganti luas lahan dengan lebar 10 meter dan panjang 150-200 meter.

Perhitungan PT KAI Daop VII Madiun itu dari pertigaan Jalan Biliton hingga pertigaan Jalan dr Sutomo. Sementara pemkot menghendaki aset milik daerah yang diruilslag menyeluruh hingga separo jalan sisi barat atau utara Polres Madiun Kota. Pun dengan lebar tambahan menjadi 16 meter untuk penataan jalur pedestrian di titik tersebut.

Vice President PT KAI Daop VII Madiun Wisnu Pramudyo menegaskan, tukar guling lahan tidak dapat dilakukan sepihak. Pihaknya memiliki tata cara pengelolaan aset sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Harus rapat umum pemegang saham (RUPS) antara tiga menteri. BUMN, menteri keuangan, dan menteri perhubungan,’’ kata Wisnu.

Dia juga menunggu kelanjutan rencana dari pemkot terkait penataan pedestrian tersebut. Yang jelas, pelebaran yang dilakukan saat ini mengubah jalan menjadi lurus. Khususnya dari arah Jalan Biliton dan Jalan Anggrek yang semula agak menikung menjadi simetris. ‘’Letter S di mana? Gak ada. Sama dengan kondisi sekarang. Malah dari arah Jalan Anggrek lurus kalau digeser,’’ ujar Wisnu.

Pihaknya tetap menghendaki jalan yang digeser diganti dengan ukuran yang sama. Kendati mendukung penuh rencana penataan jalur pedestrian. Hanya, karena hal itu berhubungan dengan pemindahan aset negara, maka harus melalui proses panjang. ‘’Tentu kami mendukung karena akan membuat kota ini lebih indah dan ramai dikunjungi,’’ tuturnya.

Saat ini pekerjaan penataan dan perataan aset milik Daop VII Madiun di Jalan Kompol Sunaryo sisi timur telah mencapai 50 persen. Dari pertigaan Jalan Biliton hingga pertigaan Jalan dr Sutomo. ‘’Kami sudah ngobrol dengan pemkot. Tidak ada kendala administrasi berbelit,’’ ungkapnya.

Wisnu pun memastikan pekerjaan fisik terus berlanjut. Seperti diketahui, tukar guling aset itu dalam rangka pelebaran stasiun. Penataan ulang demi penambahan kantong parkir yang selama ini kewalahan menampung pengunjung. ‘’Sebenarnya targetnya sebelum Nataru,’’ katanya sembari menyebut telah menjalin komunikasi dengan pemkot pasca-Nataru. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button