Advertorial

Tujuh Tahun Langganan WTP

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Duet Bupati Budi ‘’Kanang‘’ Sulistyono bersama Wakil Bupati Ony Anwar Harsono nyaris menyapu bersih opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Dari 10 tahun menakhodai Ngawi, tujuh opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berhasil dikoleksi. Diperoleh secara berturut-turut sejak 2013-2020.

Inspektorat Ngawi andil penting dalam torehan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) ini. Bermodal arahan bupati, inspektorat aktif mengaudit laporan keuangan setiap organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Kami tekun memberikan early warning jika muncul potensi kesalahan,’’ terang Inspektur Inspektorat Ngawi Yuli Kusprasetyo.

Setiap catatan yang diberikan BPK RI dijadikan bahan evaluasi. Konsistensi pengawasan ini dilakukan setiap tahunnya. Bermodalkan itu, Ngawi langganan WTP selama tujuh tahun terakhir tanpa perlu membentuk tim pencapaian WTP lagi. ‘’Setelah dilakukan audit dan pemeriksaan besar-besaran sebelumnya, WTP jadi lebih mudah diraih. Penggunaan anggaran sudah sesuai track-nya,’’ tambahnya.

Meski demikian, inspektorat tak pernah mengabaikan fungsi pengawasan. Mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi setiap program kerja. Komitmen itu ditunjukkan juga dengan capaian maturitas sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) level 3 yang diperoleh Ngawi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, 2020 lalu. ‘’SPIP Level 3 menandakan tingkat kematangan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah yang sudah baik,’’ bebernya.

Inspektorat juga menjadi kepanjangan tangan bupati saat menerima aduan masyarakat berkaitan pelanggaran OPD hingga aparatur sipil negara (ASN). Untuk dikroscek dan diinvestigasi. Tahap ini ditempuh supaya bupati tak salah mengambil keputusan. ‘’Kami juga sering menjadi tim ahli untuk pemeriksaan kerugian negara dari aparat hukum,’’ tambahnya. (odi/fin/adv/bar)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button