Pacitan

Tujuh Stasiun Pengisian Minyak Dilaporkan ke Disperindag

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Isu tak sedap menerpa sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Pacitan. SPBU Ploso, Nanggungan, Ngadirojo, dan dua stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) disebut-sebut melakukan praktik ilegal.  Menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ke pengecer.

Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) setempat menerima aduan atas dugaan pelanggaran tersebut dari warga.  ‘’Warga melapor kesulitan memperoleh bensin,’’ kata Kabid Perlindungan Konsumen Disperindag Pacitan Siti Naimah Minggu (8/12).

Warga menuding SPBU melakukan praktik culas menjual premium ke pengecer itu dengan berbagai modus. Seperti menggunakan tangki motor yang telah dimodifikasi agar bisa menampung lebih banyak bensin. Juga menyedot bensin dari tangki mobil setelah mengisi di SPBU. Sehingga, warga kesulitan memperoleh bensin dalam beberapa pekan terakhir. ‘’Kami sidak (inspeksi mendadak, Red) di tiga SPBU dan dua SPBN Kamis (5/12) dan Jumat lalu (6/12),’’ ujarnya.

Naim, sapaan Siti Naimah, menyebut para pengusaha SPBU membantah tuduhan warga. Mereka beralasan sebatas mengatur penjualan. Namun demikian, pihaknya mencurigai satu dari ketiga SPBU melakukan praktik culas itu. Meski belum mengantongi bukti, tapi kerap terjadi antrean mobil yang hendak mengisi premium pada jam tertentu di SPBU. ‘’Kalau yang lain kemungkinannya minim,’’ tuturnya.

Disperindag tidak bisa menindaklanjuti lebih laporan warga. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu sebatas melakukan pembinaan. Misalnya, pembelian premium untuk mobil maksimal Rp 150 ribu. ‘’Kami coba lakukan pertemuan dengan sejumlah pihak membahas persoalan itu,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close