Ngawi

Tugu Soerjo Merana, Monumen Sepi

SUSUNAN kata di tugu putih itu tak lagi kentara. Tak hanya pudar, bagian tepi pelatnya geripis hingga beberapa hurufnya hilang. Sementara, potongan keramik yang disusun menutupi badan tugu sebagian pecah dan terkelupas. Pun, ilalang turut tumbuh di sekitarnya menambah kesan merana tugu setinggi sekitar tiga meter tersebut.

Itulah kondisi Tugu Soerjo saat ini. Padahal, tugu yang lokasinya sekitar 200 meter dari Monumen Soerjo itu dulu dibangun sebagai tanda ditemukannya jasad tokoh penting yang ikut mewarnai perjalanan bangsa tersebut. Yakni, RMTA Soerjo. Gubernur pertama Jawa Timur itu menjadi korban keganasan PKI 1948.

Di situ pula tempat ditemukan jasad Kombes M. Doeryat dan Kompol Soeroko yang juga menjadi korban pemberontakan partai komunis tersebut. ‘’Sayang sekali, kondisinya (tugu) seperti kurang terawat,’’ ujar seorang warga yang kebetulan sedang melintas Senin (30/9).

Kondisi tak kalah merana menimpa Monumen Soerjo. Santoso, petugas pengelola monumen, mengatakan bahwa pengunjung setiap harinya dapat dihitung jari. ‘’Dulu waktu masih jadi rest area, lumayan ramai pengunjungnya. Tapi, sejak ada tol berkurang drastis,’’ ungkap Santoso.

Dia menambahkan, dulu pada setiap momen mengenang pemberontakan G30S/PKI, ada saja rombongan pengunjung yang datang. ‘’Dulu setiap akhir September pasti ada yang datang. Sekarang sudah jarang-jarang,’’ kata Santoso.

Meski tak seramai sebelumnya, kata dia, saban hari ada beberapa remaja yang bersantai di sekitar monumen. Pun, pengunjung sedikit meningkat saat akhir pekan. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button