Magetan

Tugu Nol Kilometer Magetan Bermasalah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tugu nol kilometer Magetan bermasalah. Masa jabatan bupati yang pernah memimpin Magetan salah.  Bupati ke-23 Soedarmono yang menjabat dua kali hanya ditulis sekali. ‘’Kalau dua periode mestinya ditulis dua kali,’’ kata Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan Mujiono Rabu (15/1).

Untuk itu, pihaknya bakal mengoreksinya. Sebab, untuk bupati ke-25 Sumantri ditulis dua kali. Sesuai periode masa jabatannya. Kesalahan itu, masa jabatan Soedarmono sekali, 1988-1998. Seharusnya dua kali, 1988-1993 dan 1993-1998. ‘’Itu nggak sengaja. Sambil jalan akan kami perbaiki,’’ ujarnya.

Mujiono juga menampik unsur kecondongan pada Sumantri. Penempatan nama-nama bupati sebagai salah satu edukasi kepada masyarakat itu harus diluruskan. Sehingga, harus akurat. Karena penulisan sekali, berpotensi menimbulkan anggapan hanya satu periode menjabat.

Dia pun heran dengan kesalahan tersebut. Sebab, sebelum papan granit di sisi timur tugu nol kilometer itu dipahat, pihaknya sudah berkirim surat kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan. Organisasi perangkat daerah (OPD) itulah yang kemudian mengoreksinya. Saat itu disparbud oke. Pun sudah melihat contoh di Pendapa Surya Graha. ‘’Sebelum dipasang, sudah ke disparbud untuk dikoreksi,’’ ungkapnya.

Pihaknya memang menerima kritik atas kesalahan tersebut. Dia menganggap itu sebagai masukan. Pun menandakan masyarakat menaruh perhatian dan kritis terhadap pembangunan Pemkab Magetan. Tak sekadar berswafoto di tugu ikonik tersebut. Namun, ikut  mencermatinya. ‘’Masukan itu kami terima, dan akan kami respons,’’ janjinya.

Menurut Mujiono, pembangunan tugu di depan SMPN 3 Magetan itu belum paripurna. Masih ada lanjutannya. Yakni, penambahan sarana dan prasarana (sarpras). Di antaranya kursi seperti di taman air mancur. Sehingga, pengunjung tak hanya berswafoto, namun juga bisa menikmati suasana kawasan tugu tersebut. ‘’Akan terus dibangun dan ditambahi fasilitas. Tapi, sekarang belum dianggarkan,’’ dalihnya.

Pihaknya berencana mempercantik tugu tersebut. Lampu hias akan ditambah. Saat ini lampu hanya terpasang di tulisan nol kilometer Magetan. Lampu-lampu itu bisa berubah warna secara berkala. Lainnya terpasang di papan nama bupati dan sejarah singkat Magetan. Sehingga, pada malam hari bisa terbaca. ‘’Masih banyak kekurangannya. Yang belum lengkap akan kami lengkapi ke depannya,’’ pungkas Mujiono. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close