Pacitan

Tuding Hilang Miliaran Pendapatan Wisata, Disparpora Bantah Ada Main Mata

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Perputaran duit di sektor pariwisata Pacitan disorot legislatif. Target jumlah kunjungan wisata dengan target pendapatan dinilai timpang. ‘’Kurang produktif dan sangat memprihatinkan. Itu menunjukkan ketidakseriusan dalam memaksimalkan pendapatan,’’ kata Handaya Aji, anggota DPRD Pacitan.

Handaya menilai perbandingan jumlah pengunjung dengan terget pendapatan tidak realistis. Target kunjungan wisata tahun ini 2,3 juta orang. Pendapatan yang bisa diraih hingga tutup tahun Rp 11 miliar. Sedangkan tahun depan targetnya naik menjadi 2,6 juta wisatawan dan pendapatan Rp 16 miliar. ‘’Kalau ada wisatawan mengunjungi satu destinasi bertarif Rp 10 ribu, akan muncul pendapatan Rp 26 miliar,’’ ujarnya.

Para pelancong mayoritas dari luar daerah. Dengan asumsi itu, setidaknya wisatawan mendatangi lebih dari satu lokasi. Besaran pendapatan bisa tembus Rp 40 miliar per tahun. Butuh ketegasan untuk memaksimalkan pendapatan daerah. ‘’Jangan pasang target aman dan terkesan main-main. Karena ada kemungkinan pelaksana di lapangan juga bermain,’’ bebernya.

Kabid Promosi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Harsanto menampik tudingan Handaya. Tarif masuk sembilan tempat wisata berbeda-beda. Ada Rp 5.000 dan Rp 10 ribu. Di sisi lain, target pengunjung bukan dihitung dari objek wisata yang dikelola pemerintah. Melainkan seluruh objek wisata di kabupaten ini. ‘’Baik swasta maupun yang dikelola desa,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button