PacitanPeristiwa

Truk Tronton ’’Nyangkut’’ di Tanjakan

PACITAN – Sebuah truk berhenti di tengah jalan Pacitan-Tulakan, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Mentoro, Pacitan. Truk tronton nopol S 8080 UQ pengangkut alat berat berjenis pengebor itu teronggok, Kamis (16/8) pukul 14.00. Kendaraan berat tersebut rencananya menuju Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan.  “Alat ini mau dibawa ke Tulakan untuk pasang pancang,” tutur Iwan, sopir truk tronton.

Menurut Iwan, truk tronton yang dikemudikannya ’’nyangkut’’ dan tidak kuat menanjak lantaran berat alat pengebor itu berkisar 50 ton. Ditambah dengan tanjakan Mentoro yang memiliki kemiringan lebih dari 30 derajat. Meski telah dicoba beberapa kali namun truk yang dikemudikannya tetap tak kuat menanjak. Sebelumnya, dia mengaku sempat beberapa kali melewati tanjakan Mentoro namun dengan beban berbeda. “Kemarin sudah dua kali lewat sini tapi pakai truk yang lebih kecil,” ujar sopir asal Tulungagung itu.

Satu truk serupa sebelumnya telah di kirim ke lokasi yang sama. Namun, ukurannya lebih kecil  hingga tak ada kendala saat menanjak di Mentoro. Sementara, alat bor itu kini kondisinya kurang kuat untuk menancapkan paku bumi ke lokasi bekas longsor. Hingga pelaksana proyek memutuskan menambah satu alat berat yang lebih besar. Hanya saja, saat ini kondisinya terjebak di tanjakan. “Ini rencananya untuk proyek tanggul longsor,” tuturnya.

Iwan mengaku alat berat dari Jakarta itu dibawa dari Cilincing, Senin lalu (13/8). Namun, lantaran tak kuat menanjak, proses pengiriman bakal tertunda. Sementara untuk evakuasi ke depan dia mengaku bakal menunggu bantuan dari proyek di Tulakan. Rencanaya, satu alat berat beserta truk bakal dikirim ke lokasi. Jika memungkinkan, truk bakal menderek untuk membantu naik. Sementara alat berat bakal mendorong dari belakang. “Kalau masih nggak bias, terpaksa nanti diturunkan dulu alat bor ini, dikendarai sampai naik lewat tanjakan,” terang Iwan.

Kondisi truk sendiri tampak memakan lebih dari setengah bahu jalan. Kondisi itu membuat arus lalu lintas tersendat. Petugas kepolisian dibantu warga melakukan buka tutup jalan untuk menguarai arus kendaraan. Tak hanya itu, berbekal peralatan seadaanya, warga sekitar melebarkan jalan di sisi kanan truk agar dapat dilalui kendaraan roda empat.

Pantauan Radar Pacitan, kemacetan di lokasi berkisar 100 hingga 200 meter. Meski kendaraan roda empat dan truk kecil dapat melintas, namun sisa jalan yang sempit membuat pengemudi mesti ekstrahati-hati. Hingga berita ini ditulis, truk dan alat berat masih belum dapat dievakuasi. (mg6/c1/rif)

 

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button