Laka LantasNgawi

Truk Fuso Muat 15 Ton Kayu Sono Sasak Pohon

Moncong Ringsek Tak Berbentuk

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Perjalanan Karsidi, 50, mengantar 15 ton kayu sono lintas pulau harus terhenti di Jalan Raya Ngawi-Bojonegoro masuk Dusun Ngantru, Desa Ngawi Purba, Ngawi. Warga asli Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu tewas seketika usai truk Fuso nopol DR 8870 AG yang dikendarai mengalami kecelakaan di ruas jalan tersebut.

Endin Komarudin, 53, kernet truk malang, itu menceritakan bahwa truk sedianya mengantar kayu dari Lombok menuju Solo. Menjelang turunan di tempat kejadian perkara (TKP), Karsidi berusaha mengurangi laju kendaraannya dengan cara mengoper persneling dari empat ke tiga.

Namun, truk justru melaju lebih kencang dan tidak terkendali. ‘’Saya tidak tahu apakah persnelingnya pindah ke tiga atau malah netral, tapi yang jelas kendaraannya semakin kencang,’’ ujar warga Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut.

Nahas, tepat di depan truk ada minibus yang melaju searah. Mengetahui hal itu, Karsidi banting setir ke kiri. Namun, kendaraan justru semakin tak terkendali. Laju truk baru berhenti setelah menghantam empat pohon.

Akibat kejadian itu, Karsidi tewas seketika. Sedangkan Endin selamat karena sempat berlindung di bagian bawah kabin. Sementara, akibat menyasak empat pohon, bagian moncong truk mengalami kerusakan parah hingga nyaris tak berbentuk.

‘’Pas mau nabrak pohon, dia (Karsidi, Red) sempat berteriak awas, Mas. Saya refleks menelungkup dan melindungi diri pakai tangan,’’ ungkapnya sembari menyebut tangannya sempat terjepit setir truk dan sebagian tubuhnya tertindih dashboard kendaraan.

Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Ipda Sulanjar Tri Setiawan menyebut, kecelakaan diduga karena truk mengalami trouble. Namun, dia belum dapat memastikan di mana letak masalahnya. ‘’Apakah murni karena problem teknis atau sopir kurang berpengalaman, masih kami dalami,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button