AdvertorialMagetan

Triple Agro Wujudkan Magetan Terdepan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memajukan Kabupaten Magetan pasca keluarnya Perpres 80 Tahun 2019, pemerintahan Suprawoto-Nanik Sumantri terus memetakan potensi yang ada. Di kabupaten yang terletak di lereng Lawu ini, program strategis coba dirumuskan untuk mempertajam arah pembangunan yang bisa berkontribusi langsung dalam upaya membuat Magetan bisa sejajar atau bahkan terdepan dibanding kabupaten lainnya.

Untuk itu, bertempat di Pendopo Surya Graha Magetan hari ini (11/3), bupati akan membuka secara resmi musrenbang Kabupaten Magetan yang direncanakan juga akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Musrenbang tahun ini dilaksanakan di tengah isu global yang cukup mengganggu pertumbuhan ekonomi maupun kehidupan sosial. Penyebaran Covid-19 setidaknya telah membuat berbagai perencanaan baik skala nasional maupun lokal sedikit terganggu. Namun, hal itu tentu bisa diatasi dengan kebersamaan dan sinergitas semua pihak untuk bersama ikut berpartisipasi dan mendukung setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Melalui musrenbang ini pula diharapkan berbagai masukan terkait rencana pembangunan tahun 2021 bisa didapatkan dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya tercermin pada peningkatan usaha ekonomi produktif melalui triple agro menjadi program prioritas pasangan Bupati Magetan Suprawoto-Wabup Nanik Endang Rusminiarti pada 2021 mendatang. Setelah infrastruktur pendukung layanan publik dan peningkatan perekonomian daerah menjadi program prioritas di tahun 2020 ini.

Bupati Magetan Suprawoto menjelaskan, triple agro merupakan pembangunan daerah yang mengawinkan tiga sektor sekaligus. Mulai agrowisata, agroindustri, dan agrobisnis. ‘’Di sektor agrowisata, ada delapan titik yang akan mendapat perhatian,’’ kata bupati.

Di antaranya, pengembangan kebun bunga refugia di Plaosan atau kebun buah Srogo dengan dilengkapi rusa, menjangan, dan kelinci. Juga, kampung susu Lawu, agrowisata Sumberdodol, pembangunan parkir bertingkat di kawasan Telaga Sarangan, jogging track di kawasan Telaga Wahyu, pembangunan shuttle bus di Sarangan dan revitalisasi kawasan Sarangan. ‘’Sektor wisata ini menjadi daya ungkit sektor lainnya,’’ ujarnya.

Pada sektor agroindustri, pemkab bakal mendirikan rumah kemasan untuk UKM; fasilitasi dan standardisasi produk (merek, uji nutrisi, dan halal); pemberian bantuan sarana produksi pengolahan (industri bambu, industri kayu, makanan olahan jahe instan, kunir instan, dan temulawak); pelatihan pengolahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan; pelatihan pemasaran produk unggulan daerah; dan pembangunan rumah pasteurisasi susu di Singolangu, Sarangan. ‘’Magetan ini memiliki banyak UKM. Harus kita dukung agar semakin berkembang,’’ tegasnya.

Sementara sektor agrobisnis menyasar pembangunan atau rehabilitasi Pasar Baru tahap II, pembangunan Pasar Sayur I dan II, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, zonasi buah dan tanaman, serta pengembangan pemasaran produk pertanian. Ketiga sektor itu akan mengisi satu sama lain. Dasar pembangunan tidak asal-asalan. Namun, disesuaikan dengan potensi yang dimiliki Magetan. ‘’Bukan berarti sektor lainnya kami tinggalkan. Sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, infrastruktur, kesejahteraan sosial, hingga pengentasan kemiskinan tetap kami perhatikan untuk mewujudkan Magetan terdepan,’’ pungkasnya. (humpro/bel/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button