Madiun

Tren Belanja Online Gerus Omzet Pedagang Pasar Besar Madiun

Ada yang Gulung Tikar dan Beralih Ngojol

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tren belanja online perlahan tapi pasti menggerus omzet pasar konvensional. Pedagang konveksi di Pasar Besar Madiun (PBM), misalnya, sambat penghasilannya menurun sejak beberapa tahun terakhir. Tak sedikit pula yang gulung tikar lantaran terus merugi.

Saat ini terdapat sekitar 300 pedagang konveksi yang menempati kios di lantai dua PBM. Seorang di antaranya Darminto. Kakek 67 tahun yang telah berjualan sejak 1975 silam itu merasakan betul kondisi pasar semakin sepi. ‘’Dulu sehari bisa jual sampai 20 potong baju, bahkan pernah sampai satu kodi,’’ kata warga Jalan Sawo, Kota Madiun, itu.

Namun, kini dalam sehari paling banter hanya terjual lima potong baju. Untuk ukuran lapak yang berada di deretan depan, menurut dia, hasil itu masih terbilang lumayan. ‘’Kios yang di depan saja seperti ini (sepi, Red), belum yang masuk ke dalam itu seperti apa coba,’’ ujarnya.

Ya, pedagang yang kiosnya berada di dalam lebih ngenes lagi. Bahkan, Susi Hardianti berencana menutup kiosnya. Sebab, nyaris tiap hari dia terpaksa pulang tanpa membawa penghasilan. ‘’Sekarang satu potong saja belum tentu laku,’’ kata Susi.

Susi yang telah berjualan di PBM sejak 2012 itu merasakan betul minat pembeli berkurang drastis dua tahun terakhir. Padahal, anaknya juga sudah mencoba menjual dagangannya lewat toko online. ‘’Kalau saya sendiri tidak bisa gunakan handphone,’’ ujarnya.

Dia menyebut, tiga hari lalu tiga kios milik pedagang yang ada di samping kiosnya tutup. Seorang pemiliknya, kata Susi, memilih beralih ngojek online (ngojol) untuk memenuhi kebutuhan hidup. ‘’Kalau nggak ada hasil bagaimana cara bayar biaya sewa,’’ ucapnya.

Menurut dia, sebenarnya biaya sewa kios cukup terjangkau. Para pedagang hanya dikenai Rp 7 juta per tahun untuk kios di deretan depan. Sementara yang ada di dalam ditarik Rp 4 juta. ‘’Harapannya pemerintah ikut cari solusi agar pasar ramai seperti dulu,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Gaguk Hariyono menyebut minat warga berkunjung ke PBM tidak berkurang. Itu terbukti dari nilai transaksi perdagangan di Kota Madiun yang mencapai Rp 3 triliun lebih per tahun, separo di antaranya dari pasar terbesar di Madiun Raya tersebut. ‘’Pasar tradisional masih mendominasi,’’ kata Gaguk. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close