Magetan

Transisi New Normal, Dishub Magetan Dibuat Repot

Berhenti Sembarang di Ruas Terlarang

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kenormalan baru belum diberlakukan di Magetan, namun dinas perhubungan (dishub) sudah dibuat repot sebagian masyarakat. Banyak warga yang berhenti sembarangan di Jalan Raya Sarangan-Plaosan. Salah satunya di lokasi barrier guard yang fungsinya mencegah kendaraan terjun bebas ke jurang. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk penertiban,’’ kata Kepala Dishub Magetan Joko Trihono Kamis (11/6).

Joko menerangkan, jalan di sepanjang lereng Gunung Lawu memang sering dijadikan tempat nongkrong. Namun, ada sejumlah ruas yang terlarang. Pihaknya telah memetakannya dan memasang rambu-rambu lalu lintas di sana. Semestinya, warga memahami hal tersebut, kendati tidak ada petugas yang mengawasi. ‘’Butuh kesadaran masyarakat,’’ ujarnya.

Bersama satlantas, dishub bakal membubarkan gerombolan warga di titik-titik yang berbahaya. Seperti tikungan dan persimpangan jalan. ‘’Sekarang ini (songsong new normal) yang perlu diperhatikan bukan hanya rambu-rambunya, tapi juga menjaga jarak,’’ terangnya.

Di sisi lain, dishub menyiapkan protokol kesehatan untuk fasilitas halte dan ruang tunggu terminal. ‘’Sudah kami masukkan dalam SOP (standard operating procedure, Red) yang kami serahkan ke gugus tugas Covid-19,’’ kata Kabid Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Magetan Sungkono.

Sungkono menyebut, tanda imbauan jaga jarak akan dipasang di halte dan ruang tunggu terminal. Penyediaan wastafel dipusatkan di terminal tipe C. ‘’Di Terminal Panekan, Kawedanan, Plaosan, dan Parang sudah dipasang sejak Maret lalu,’’ ungkapnya.

Dishub bakal memberikan sosialisasi kepada penyedia jasa angkutan. Mengenai pengaturan tempat duduk penumpang. Demi menghindari kerumunan, mau tidak mau jumlah penumpang harus dibatasi. Selain itu, memantau keberadaan hand sanitizer di setiap angkutan. ‘’Pemantauan harus ketat,’’ tegasnya. (bel/fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close