Pacitan

Transaksi Benur Tak Dikenai Retribusi

Belum Diatur Perda, Hasil Tangkapan Diekspor

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengizinkan penangkapan benih lobster dan membuka keran ekspor makin meningkatkan produktivitas nelayan. Sampai dengan Senin (7/9) Dinas Perikanan Pacitan mencatat ada 494.112 ekor benur lobster yang ditangkap.

Plt Kepala Dinas Perikanan Pacitan Sumoro Hadi mengatakan, aktivitas perburuan benur lobster dijalankan oleh delapan perusahaan tangkap. Mereka dipastikan sudah mengantongi izin tangkap yang ditentukan oleh KKP. ‘’Proses transaksi (ekspor) benur sudah berjalan tiga minggu terakhir,’’ kata Hadi Senin (7/9).

Namun demikian, dari proses transaksi tersebut pihaknya tidak bisa mendapatkan pemasukan dari sisi pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, sampai saat ini belum ada regulasi seperti peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang ketentuan itu. ‘’Jadi, belum ada retribusinya. Karena kebijakan dari KPP memang baru ditetapkan. Tapi, kami akan berusaha mencari referensi ke daerah lain soal pemberlakuan retribusi tersebut,’’ terang Hadi.

Diungkapkan harga transaksi benur saat ini mencapai Rp 5.000 per ekor. Proses itu dilakukan oleh delapan perusahaan yang dianggap sudah legal serta berafiliasi dengan sejumlah kelompok nelayan lokal. ‘’Rata-rata setiap perusahaan tangkap bisa mengirimkan (ekspor) 20–30 ribu ekor benur atau baby lobster,’’ jelasnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button