Madiun

Track Taman Bantaran Hanya Wahana Bermain

Pembibitan Atlet Skateboard Terkendala Sarana Prasarana

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perkembangan olahraga skateboard di Kota Madiun terbilang stagnan. Padahal, segudang prestasi telah ditorehkan para skater. Hanya, wadah dan sarana prasarana (sarpras) kurang mendukung. ‘’Kondisi tersebut jadi kendala para skater untuk berkembang,’’ kata Edwin Hariansyah, salah seorang trainer dan sesepuh skater di Kota Madiun, Minggu (8/12).

Menurut dia, track yang disediakan Pemkot Madiun di Taman Bantaran telah rusak. Bahkan, karena tidak pernah diperbaiki, dia dan kawan-kawannya di komunitas skater berinisiatif menambal track yang berlubang. ‘’Sudah ditembel lubang lagi. Terus begitu, akhirnya kami biarkan saja,’’ ujarnya.

Biasanya, para skater membawa peralatan sendiri. Alat itu dari hasil jerih payah memenangi berbagai kejuaraan. Mulai tingkat lokal hingga nasional. Tidak terhitung medali yang berhasil dikumpulkan komunitas tanpa nama itu. ‘’Komunitasnya dulu ada, tapi sekarang intinya ngumpul bareng, latihan, dan buat acara sendiri,’’ tuturnya.

Keberadaan sarpras, lanjut dia, sangat penting. Selain memudahkan latihan juga menghindari cedera akibat kecelakaan. Apalagi olahraga skateboard tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika asal-asalan, cedera engkel hingga patah tulang siap menanti. ‘’Kami latihan bersama setiap Senin dan Jumat sore,’’ ungkap Ambon, sapaan akrabnya.

Ambon menyebut, keberadaan sarpras penting untuk pembibitan atlet. Mengingat berlatih skateboard butuh proses dan waktu panjang. Ada beberapa tahapan dalam latihan. Pertama, berjalan di atas papan. Tujuannya melatih keseimbangan dan mengontrol jalannya papan. Tahapan ini dapat dikuasai sepekan asal rajin berlatih. ‘’Tergantung orangnya, yang penting rajin latihan,’’ sambungnya.

Kedua, tiktak. Yakni, belajar membelokkan papan skateboard membentuk zig-zag. Latihan ini harus kontinu. Itu sebagai pembiasaan untuk memahami papan skateboard. ‘’Jika lancar bisa jadi semingguan,’’ ujarnya.

Ketiga, ollie atau melompat dengan papan skateboard. Tahapan ini butuh teknik khusus. Sebab, skater harus bisa landing dengan baik. Jika dua tahapan sebelumnya terlewati dengan baik, tahapan ketiga ini semakin mudah dikuasai. ‘’Untuk yang ini biasanya dua bulan dengan latihan rutin,’’ terangnya.

Jika semua tahapan itu bisa dilalui, skater dapat dengan mudah mendalami ratusan teknik lainnya. Seperti backside 180 ollie, frontside 180 ollie, shove-it, hingga hardflip. Terpenting, track harus memadai. ‘’Apalagi belum berbicara wadah, kami saat ini masih menginduk pada Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi),’’ tuturnya.

Kabid Pertamanan Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Aang Marhendra Budiono mengakui bahwa track skateboard di Taman Bantaran memang rusak. Pihaknya telah membenahi. Namun, sebatas penambalan track berlubang. ‘’Tahun ini kita benahi, sebatas penambalan,’’ ungkapnya.

Aang menjelaskan, pembenahan itu masuk dalam perawatan taman secara keseluruhan. Sehingga, kurang maksimal. Hanya, dia menegaskan track tersebut untuk wahana bermain, bukan pembibitan atlet. ‘’Jadi kami sediakan fasilitas di taman. Untuk pembinaan dan penyediaan sarpras atlet, tentunya pihak terkait. Dalam hal ini disbudparpora yang berwenang,’’ sebutnya. (kid/c1/sat) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close