Ngawi

TPA Selopuro Terancam Overload

40 Ton Sehari Harus Dikurangi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi –TPA Selopuro terancam overload. Rata-rata produksi sampah di Ngawi tembus 40 ton sehari. Tempat pembuangan akhir pun mendesak perluasan. ‘’TPA Selopuro hampir overload,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Sutiyono Kamis (20/2).

TPA seluas satu hektare itu hanya memiliki satu selter sampah. Karenanya, rencana perluasan lahan harus direalisasikan tahun depan. Saat ini pun tengah disusun detail engineering design (DED). ‘’Perluasan diproyeksikan tahun depan. Anggarannya dari pusat,’’ ujarnya.

Sutiyono juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi produksi sampah. Itu bisa dilakukan dengan membiasakan pengolahan sampah mulai skala rumah tangga. Tak semuanya harus dibuang ke tempat sampah. Ada yang bisa disisihkan dan diolah. ‘’Rencananya akan ada program bantuan sarana pengolahan sampah untuk kelompok masyarakat,’’ ungkapnya.

Sejauh ini, DLH tak kurang-kurangnya sosialisasi. Mengajak masyarakat membiasakan pengelolaan sampah dan mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi menyumbang sampah dalam jumlah tinggi. Juga, mengajak mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai. ‘’Selama ini banyak dari kita yang kurang peduli dengan sampah, asal membuangnya tanpa melalui proses terlebih dahulu,’’ kata Wabup Ony saat Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Taman Candi kemarin (20/2).

Ony juga mengajak masyarakat kembali membiasakan pola reuse, reduce, dan recycle. Pengurangan sampah memang harus dimulai dari tingkat paling rendah. ‘’Penumpukan sampah juga bisa merusak ekosistem,’’ ujarnya. (mg1/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button