AdvertorialMadiun

Top 100 Nasional, Unipma Jawab Tantangan Dunia Kerja

PERGURUAN tinggi andil besar dalam mempersiapkan kemandirian penduduk menyongsong era industri 4.0. Kompetensi Universitas PGRI Madiun (Unipma) mengemban tugas itu tak perlu disangsikan.

Kampus ini baru saja dinobatkan dalam jajaran perguruan tinggi top 100 dari total 4.629 perguruan tinggi tanah air di tahun ini. UniRank menempatkan Unipma pada peringkat 86 secara nasional. Seperti diketahui, UniRank yang dulu disebut 4 International Colleges & Universities or 4icu.org merupakan lembaga internasional yang konsisten merilis peringkat 12.358 universitas pada 200 negara. ‘’Lembaga ini memiliki kriteria dan penilaian yang akurat untuk me-ranking universitas di seluruh dunia. Bahkan menjadi rujukan dunia,’’ kata Rektor Unipma Parji.

Prestasi ini patut menjadi kebanggaan warga Kota Madiun. Setelah Unipma bertengger urutan 134 pada 2019 dan 231 pada 2018. Loncatan prestasi itu tidak terlepas dari pengelolaan yang baik dari perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang unggul, mandiri, dan berkompetensi dalam menjawab tantangan pasar dunia kerja. ‘’Seiring progres prestasi yang diraih secara keseluruhan pada 2019,’’ ujarnya.

Di tingkat regional, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur memberikan penghargaan sebagai perguruan tinggi utama. Serta penghargaan sebagai universitas dengan penggabungan terbaik. Di kancah nasional,  Unipma berturut-turut menggondol prestasi membanggakan. Yakni, tingkat penelitian meningkat dari tingkat madya ke tingkat utama, pengabdian masyarakat ditetapkan kategori sangat bagus, dan peringkat prestasi mahasiswa masuk top 100. ‘’Ini menandakan bahwa kami berjalan sesuai visi dan misi serta program kerja yang telah disusun,’’ ungkapnya.

Hal itu tidak terlepas pula dari program kerja sesuai moto Smart and Competitive. Yakni, peningkatan tata kelola lembaga terutama akreditasi; peningkatan sumber daya manusia (SDM) terutama percepatan kepangkatan akademik dosen dan program doktoral; produktivitas riset, penelitian, dan publikasi ilmiah; kegiatan dan prestasi kemahasiswaan masuk top 100 tingkat nasional; serta kerja sama dengan perusahaan dan universitas baik dalam negeri maupun luar negeri. Unipma telah menjalin 22 kerja sama internasional. Di antaranya, enam universitas ternama di China, Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) dengan jaringan kerja sama universitas ternama di Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan University of Vienna, Austria. Serta Sharda University, Delhi Technological University, dan SRM University di India. ‘’Kerja samanya berupa pertukaran mahasiswa dan dosen,’’ terangnya.

Itu semua telah dirintis Unipma sebelum diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3/2020 yang menjadi payung hukum kebijakan Mendikbud Nadiem A. Makarim tentang Kampus Merdeka. Empat poin dalam kebijakan itu yang telah dilaksanakan Unipma yakni kemudahan izin perguruan tinggi negeri dan swasta membuka program studi baru, sistem akreditasi untuk perguruan tinggi, kemudahan kampus negeri menjadi badan hukum, dan mengganti sistem kredit semester (SKS) menjadi program kerja luar kelas.

Raihan prestasi itu tidak terlepas dari peran serta perguruan tinggi untuk memanfaatkan bonus demografi di daerah. Melalui pembekalan kemandirian, kompetensi, dan menyiapkan tenaga terampil yang siap terjun ke dunia kerja. ‘’Kami terus mendorong dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas academica membangun komitmen menjawab tantangan ke depan,’’ ucapnya sembari menyebut Unipma mendidik 5.000-an mahasiswa dengan 27 program studi (prodi) baik S-1, S-2, maupun profesi. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close