AdvertorialNgawi

Tjahjono Widijanto Raih Gelar Doktor

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bersamaan dengan peringatan Kemerdekaan RI yang ke-75, Ngawi mendapatkan kado istimewa. Itu setelah Tjahjono Widijanto, salah satu kepala sekolah di Bumi Orek-orek meraih gelar Doktor di Program Doktoral Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dengan predikat cumlaude. Prestasi itu sekaligus membanggakan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun.

Gelar itu diperolehnya pada tanggal 15 Agustus 2020 lalu. Pria yang menjabat Kepala SMAN 1 Ngrambe itu resmi diwisuda sebagai Doktor pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Widijanto berhasil menyelesaikan kuliah S3-nya itu dalam waktu tiga tahun enam bulan saja. Dengan masa studi yang relatif pendek itu, Widijanto meraih IPK komulatif mencapai 3,89. Angka yang sesuai untuk predikat cumlaude yang disandangnya.

Dalam perjuangannya memperoleh gelar Doktor tersebut, Widijanto mengandalkan desertasinya yang berjudul Wayang Ramayana dan Mahabarata dalam Novel-novel Seno Gumira Ajidarma dan Putu Wijaya: Kajian Dekonstruksi Sastra. Uniknya, gelar Doktor itu tak diraihnya melalui proses ujian terbuka. Itu karena sastrawan segudang prestasi itu mampu meloloskan atau mempulikasikan dua artikel ilmiahnya pada jurnal ilmiah international terindek Scopus.

Dua artikel itu berjudul ”Myth Deconstruction of Wayang Ramayana and Baratayuda in the Novel of Kitab Omong Kosong by Seno Gumira Ajidarma and Perang by Putu Wijaya” dan ”Ramayana Myth Retold in Hubbu and Kitab Omong Kosong”. Dua artikel itu dalam Ruphkata Journal on Interdiciplinary Studies in Humanities, E-ISSN 0975-2935,Scopus, DOAJ, ERIHPLUS, EBSCO, UGC. Vol 12, No. 1 Januari-March, 2020, yang terbit di India.

Dengan capaian tersebut, Widijanto menjadi satu-satunya Kepala Sekolah tingkat SMA yang bergelar Doktor di Cabdin Provinsi Jatim Wilayah Madiun. Capaian yang diperolehnya secara tidak langsung membuktikan keberhasilan Kepala Cabdin Provinsi Jatim Wilayah Madiun  Supardi, SH, M.Pd dalam memberi motivasi dan membina para kepala sekolah di wilayahnya.

Capaian itu, disebut Widijanto, untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi buah hati serta anak didiknya. Bahwa, usia bukan halangan untuk terus belajar. Menurutnya, belajar tak kenal usia. Sedangkan keberhasilan tidak tergantung pada usia. Melainkan pada seberapa besar usaha dan kemauan untuk berjuang dan menjadi ‘petarung’.

Tak lupa, Widijanto mengucapkan terimakasih pada istrinya, Lilies Erlinawati yang selalu mendorongnya untuk maju. ”Saya yakin, di balik keberhasilan suami pasti di belakangnya juga ada istri petarung yang gigih dan rela berkorban! ” tuturnya ketika ditanya apa yang mendorongnya tetap bersemnagat belajar dan kuliah diusia yang relatif tak muda lagi.

Sisi lain Tjahjono Widijanto

  • Pemenang II Sayembara Kritik Sastra Nasional Dewan Kesenian Jakarta Tahun 2004
  • Pemenang II Sayembara Pusat Perbukuan Nasional Tahun 2008 dan 2009
  • Peserta Festival Sastra Internasional Ubud Writters and Readers Festival Tahun 2009
  • Pemateri ceramah sastra di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan Tahun 2009 – Pemenang Unggulan Telaah Sastra Nasional Dewan Kesenian Jakarta Tahun 2010
  • Peraih Penghargaan Sastra dari Badan Pusat Bahasa Tahun 2011
  • Peraih Penghargaan Seniman dari Gubernur Jawa Timur Tahun 2014
  • Peraih Residensi Sastrawan dalam Program Sastrawan Berkarya di Kawasan 3 T yang ditaja Badan Bahasa Tahun 2017
  • Kepala Sekolah Berpretasi II tingkat Propinsi Jawa Timur Tahun 2019
  • Dan masih banyak lainnya.

Buku Karya Tjahjono Widijanto

  • Compassion & Solidarity A Bilingual Anthology of Indonesian Writing (UWRF 2009)
  • Dari Zaman Citra ke Metafiksi, Bunga Rampai Telaah Sastra DKJ (Kepustakaan Populer Gramedian dan Dewan Kesenian Jakarta, (2010)
  • Dari Zaman Kapujanggan Hingga Kapitalisme: Segugusan Esai dan Telaah Sastra (2011)
  • Eksotika Sastra: Kumpulan Esai Telaah Sastra (2017)
  • Metafora Waktu: Kumpula Esai Budaya (2017)
  • Penakwil Sunyi di Jalan-jalan Api (2018)
  • Membongkar Metanarasi Wayang (2020)
  • Dari Kosmos ke Chaos (2020)
  • Dari Jagat Wayang ke laltong: Kumpulan Esai Budaya (2020)
  • Dan sebagainya.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close