AdvertorialNgawi

Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Hadirkan Layanan Berkualitas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peran dinas kesehatan (dinkes) terhadap pencapaian misi dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) bisa dikatakan sangat penting. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu mengemban tugas untuk membantu mewujudkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas serta berdaya saing. Di samping itu, mewujudkan tujuan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Ngawi dr Yudono mengatakan, selama ini telah ditetapkan indikator capaiannya berupa angka harapan hidup. Pada 2018 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menetapkan target untuk angka harapan hidup sebesar 70,97 tahun. Untuk Ngawi, capaiannya sudah melebihi target yang ditetapkan Pemprov Jatim. Yaitu sebesar 71,9 tahun. ‘’Hal ini sudah menunjukkan keberhasilan dalam pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) bidang kesehatan yaitu angka harapan hidup,’’ terang Yudono.

Ada beberapa program dan kegiatan yang mendukung pencapaian IPM. Dalam ini angka harapan hidup. Pertama, angka kematian bayi dengan target kurang dari 24/1.000 kelahiran hidup. Realisasinya untuk kematian bayi di Ngawi yaitu 10/1.000 kelahiran hidup. Hal itu menunjukkan bahwa angka kematian bayi sudah di bawah target. Yudono menyebut bahwa keberhasilan itu berkat adanya sistem rujukan dini yang telah tersistem. Juga adanya PONED, komplikasi ibu tertangani, sehingga secara otomatis komplikasi bayi juga tertangani. ‘’Ini didukung oleh program kegiatan peningkatan pelayanan kesehatan keluarga dan pertolongan persalinan bagi ibu hamil,’’ jelasnya.

Dukungan kedua yaitu dari prevelensi balita stunting dengan target tahun 2019 lalu sebesar 25 persen. Realisasinya untuk Ngawi yaitu sebesar 22,2 persen atau sudah mampu mencapai target yang ditetapkan. Keberhasilan tersebut berkat adanya jalinan koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam penanganan balita stunting serta regulasinya. Di samping beberapa program pendukung seperti penanganan gizi ibu hamil, penanganan gizi balita, upaya promosi kesehatan, upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM), dan penyehatan lingkungan. ‘’Juga kesehatan kerja dan kesehatan olahraga,’’ imbuhnya.

Ketiga, lanjut Yudono, persentase hipertensi dan diabetes melitus yang ditangani juga sudah sesuai standar. Dari target 100 persen, saat ini sudah tercapai 100 persen.  Hal itu bisa terwujud karena terselenggaranya kesehatan pos binaan terpadu (posbindu) dan pelayanan terpadu penyakit tidak menular (Pandu PTM) di puskesmas. Serta kesadaran masyarakat sudah meningkat lewat program tersebut. ‘’Program dan kegiatan yang mendukungnya yaitu pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular,’’ sebutnya.

Di samping itu, persentase puskesmas di Ngawi yang terakreditasi minimal madya juga sudah melebih target. Tercatat target yang ditetapkan sebanyak 70 persen, sedangkan di Ngawi sudah tercapai 95,83 persen. Hal itu dikarenakan adanya sistem manajemen puskesmas yang sudah tertata bersama stakeholder. Program dan kegiatan yang mendukung pelayanan manajemen puskesmas, pelayanan kesehatan primer.

Adanya nilai rata-rata indeks kepuasan masyarakat (IKM) puskesmas dengan target 85 poin juga sudah tercapai 86 poin. Sedangkan menurut PermenPAN-RB No 14/2017, nilai IKM hanya 83 poin sudah termasuk kategori bagus. ‘’Program kegiatan yang mendukungnya yaitu  pos pengaduan pelayanan publik serta perencanaan informasi dan evaluasi kesehatan,’’ sebutnya.

Yudono juga mengungkapkan ada inovasi yang sudah dilakukan Dinkes Ngawi selama ini. Yaitu, Selintas Sapu Lipat, sentuhan lintas sektor yang sangat peduli dengan pasien miskin, sakit, dan telantar. Sasarannya bermacam-macam, mulai dari masyarakat miskin telantar yang menderita penyakit akut maupun kronis dan tidak mempu mencari layanan kesehatan secara mandiri. Juga masyarakat miskin yang tidak mempunyai kartu jaminan apa pun, mereka yang telantar, dan kondisi fisiknya sangat tidak memenuhi standar. ‘’Inovasi ini didukung program kegiatan pelayanan masyarakat miskin,’’ paparnya.

Selain itu, beberapa puskesmas juga sudah menerapkan zona integritas (ZI). Bahkan untuk Puskesmas Padas dan Puskesmas Ngawi dinobatkan sebagai juara I penghargaan zona integritas tingkat nasional. Ke depan, Yudono menyebut akan ada banyak lagi puskesmas yang didorong menerapkan zona integritas itu. Termasuk salah satunya RSUD dr Soeroto. ‘’Kami juga akan melakukan penguatan program promotif dan preventif di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta peningkatan dan penambahan layanan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), termasuk RSUD Geneng,’’ terangnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close