Madiun

Tingkat Keterisian BOR Rumah Sakit di Kota Madiun Tinggal 25 Persen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Status PPKM Kota Madiun yang turun ke level 2 memang melegakan. Karena berimbas pada pelonggaran sejumlah kegiatan masyarakat. Sekalipun dalam pelaksanaannya tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani mengatakan, ketika asesmen situasi Covid-19 turun level, semestinya juga ada penyesuaian level PPKM. ’’Tapi kita lihat dulu nanti, karena itu belum resmi,’’ kata Denik, Sabtu (18/9).

Menurut Denik, penentuan level asesmen situasi Covid-19 berdasar indikator terukur yang ditetapkan pemerintah pusat. Mengacu pada transmisi komunitas. ‘’Di transmisi komunitas itu ada tiga aspek yang dinilai,’’ ujarnya.

Pertama, aspek kasus konfirmasi. Level 1 jika kurang dari 20 kasus per 100 ribu penduduk per minggu. Level 2, 20-50 kasus per 100 ribu penduduk per minggu. ‘’Untuk Kota Madiun rasio kasus konfirmasi 36,52 per 100 penduduk per minggu,’’ bebernya.

Kedua, aspek perawatan rumah sakit. Level 1, maksimal 5 per 100 ribu penduduk per minggu. Level 2, 5-10 per 100 ribu penduduk per minggu. ‘’Kota Madiun 16,29 per 100 ribu penduduk per minggu,’’ lanjutnya.

Aspek terakhir, kasus kematian. Level 1, maksimal 1 per 100 ribu penduduk per minggu. Level 2, 1-2 per 100 ribu penduduk per minggu. Level 3, 2-5 per 100 ribu penduduk per minggu. Level 4, lebih dari 5 per 100 ribu penduduk per minggu. ‘’Kota Madiun 1,6 per 100 ribu penduduk per minggu,’’ ungkapnya.

Denik menambahkan, kapasitas respons termasuk kelompok indikator lainnya. Mencakup testing, tracing, dan treatment (3T) serta positivity rate. Dia menyebut bahwa tracing di Kota Madiun sudah mencapai 19,5. Ketentuannya harus lebih dari 15. Artinya, satu kasus dapat melacak minimal 15 orang. Sedangkan untuk positivity rate di kota ini tinggal 3 persen. ‘’Dulu masih rendah, sekarang kita masifkan,’’ sambungnya.

Di sisi lain, seluruh penilaian tersebut berdampak pada bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit. Saat ini tingkat keterisian delapan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Madiun 25 persen. ‘’BOR itu isinya tidak peduli dari dalam maupun luar kota. Yang penting, yang dirawat kita hitung. Tapi, kalau perawatan yang kita hitung dalam kota saja,’’ jelas Denik. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button