Ngawi

Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Ngawi Tinggi, Isoter Dibutuhkan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi menilai keberadaan fasilitas isolasi terpadu (isoter) di 10 puskesmas masih diperlukan. Kendati tingkat keterisian ranjang perawatan pasien Covid-19 rendah, tapi tingkat kematian di kabupaten ini terbilang masih tinggi. ‘’Berdasar hasil evaluasi, masalah utamanya isoman (isolasi mandiri),’’ kata Kepala Dinkes Ngawi Yudono, Rabu (1/9).

Yudono lantas memaparkan data perbandingan bed occupancy rate (BOR) dan case fatality rate (CFR) per kemarin. BOR di empat rumah sakit rujukan Covid-19 27,04 persen. Persentase itu di bawah ambang batas 60 persen yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sedangkan CFR 10,35 persen dari ambang batas global 2,39 persen. ‘’Karena itu, harus ada isoter agar kondisi pasien terpantau,’’ ujarnya.

Dia menyebut, ada dua tujuan penyediaan fasilitas isoter. Yakni, supaya deteksi gejala penderita virus korona tidak terlambat. Sehingga nyawa pasien dapat diselamatkan. Lalu, memotong mata rantai penularan. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button