Madiun

Tinggal di Kontrakan, Ratusan Warga Kurang Mampu Tak Dapat Subsidi Air dan Bansos

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan warga batal menerima bantuan sosial (bansos) air bersih. Penyebabnya, data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) mereka tidak sama dengan ID pelanggan PDAM.

‘’Kebanyakan rumahnya bukan milik sendiri atau mengontrak,’’ kata Kasi Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Madiun Agus Budiarto, Minggu (10/10).

Agus mengatakan, bansos air bersih tahun ini dianggarkan untuk 950 sasaran. Namun, setelah ID dan nama di DTKS-nya diverifikasi, hanya 688 yang lolos. Sisanya sebanyak 262 tereliminasi lantaran tidak memenuhi syarat. ‘’Sisa anggaran nantinya akan masuk ke kas daerah,’’ tuturnya.

Setiap keluarga penerima manfaat, kata Agus, mendapatkan bansos air bersih senilai 1 meter kubik atau Rp 29.500 per bulan. ‘’Misalnya satu bulan tagihan airnya Rp 40 ribu berarti cukup membayar Rp 10.500,’’ ujarnya. (irs/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button