Madiun

Tim Surveyor Ring Road Timur Mulai Diterjunkan Hari Ini

Titik koordinat Ring Road Timur (RRT) mulai ditentukan. Pemasangan patok per 100 meter itu melanjutkan studi kelayakan (feasibility study) yang telah dirampungkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya awal September lalu.

…..

TIM surveyor diterjunkan hari ini (17/11). Pemasangan patok dimulai dari titik 0 km di sekitaran Rejo Agung. Dilanjutkan pemasangan patok per 100 meter menyesuaikan hasil feasibility study (FS). Panjangnya 5 kilometer dengan lebar 25 meter. Melewati Kelurahan Patihan, Tawangrejo, Kelun (jalan existing), Rejomulyo, Pilangbango, Kanigoro, Banjarejo, dan Kelurahan Demangan. ‘’Tim surveyor ditarget merampungkan pekerjaannya hingga satu bulan ke depan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Sebelum tutup tahun, perencanaan administrasi maupun lapangan dimatangkan. Setelah itu barulah diketahui lahan mana saja yang bakal dilalui jalan semibebas hambatan. Kelak, patok dan foto udara dipajang di billboard simpang Rejo Agung.  ‘’Agar seluruh masyarakat tahu,’’ ujarnya.

Maidi segera berkoordinasi dengan Bupati Ahmad Dawami. Mengingat, tiga desa di Kabupaten Madiun itu turut terdampak RRT. Meliputi Tempursari, Munggut, dan Sidorejo di Kecamatan Wungu. Jika saudara muda (Kota Madiun) dan saudara tua (Kabupaten Madiun) duduk bersama, multiplier effect RRT dapat dinikmati kedua daerah bertetangga ini. ‘’Nanti duduk satu meja, RRT harus disambut sukacita,’’ tuturnya.

Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno menambahkan, setelah titik koordinat diketahui, perencanaan dokumen pengadaan tanah dikirim ke gubernur Jatim. Di dalamnya tercantum detail keterangan by name by address pemilik tanah. ‘’Ada empat tahap. Perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan,’’ kata Suwarno.

Jika gubernur telah meneken usulan itu lanjut tahap persiapan. Gubernur membentuk tim persiapan dan disahkan melalui surat keputusan (SK). Tim bertugas sosialisasi ke pemilik lahan. Paling lambat, tahun depan rampung penetapan lokasi (penlok) oleh gubernur. ‘’Kalau prosesnya lancar, kami segera susun amdal lalin (analisis dampak lalu lintas, Red),’’ lanjutnya.

Tahap pembebasan lahan dijadwalkan 2022. Tahapan ini harus menggandeng tim appraisal untuk menghitung nilai jual objek pajak (NJOP) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tahun berikutnya penyusunan detail engineering design (DED). ‘’Setelah itu, tugas kami selesai. Pekerjaan fisik di-handle pusat,’’ terangnya.

Kebutuhan anggaran megaproyek ini mencapai Rp 600 miliar dari APBN. Anggaran itu bakal cair bila seluruh tahapan di daerah tuntas. Sebab, megaproyek ini telah diatur Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80/2020. ‘’Perpresnya sudah ada, jadi sudah siap,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Daerah Tetangga Bakal Ketiban Berkah

INVESTOR kakap mulai tertarik mengembangkan sayap bisnisnya di Kota Madiun. Satu-dua merek ternama sudah pendekatan ke wali kota hingga negosiasi harga tanah di sekitaran Ring Road Timur (RRT).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto memastikan RRT bakal memberikan berkah perekonomian bagi warga Kabupaten Madiun. Utamanya yang tinggal di sekitaran RRT. Peluang itu telah terhitung matang dari studi kelayakan (feasibility study). Asumsi dalam analisis kelayakan ekonomi diketahui dari kenaikan harga tanah dan bangunan lima persen per tahunnya. Bahkan nilai inflasi menunjukkan sebesar 2,81 persen. ‘’Yang terdampak ekonomi mestinya kabupaten,’’ sebutnya.

Suatu kawasan yang telah dibuka akses jalannya dipastikan ikut berubah pola ruangnya. Terlebih perubahannya untuk jalur transportasi. Lahan yang semula tidak produktif bakal terdongkrak nilai jualnya. Masyarakat penerima manfaat diharapkan mendukung penuh.  ‘’Dampak itu bisa terlihat di sekitaran RRB (Ring Road Barat) yang kini banyak bermunculan perumahan dan pergudangan,’’ ungkap Soeko.

RRT juga dibangun untuk mengurai kemacetan yang diprediksi mengalami puncaknya pada 2026. Data traffic harian di tiga simpang menunjukkan volume kendaraan cukup padat. Simpang Dungus dilewati 41.016 kendaraan per hari, Simpang Nglames (59.684), dan Simpang Te’an (60.207). ‘’RRT ini turunan dari RTRW (rencana tata ruang dan wilayah, Red),’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Ekonom Sarankan RRT Adopsi PSC

RING Road Timur (RRT) diproyeksikan bakal memberikan efek berlipat ganda. Tak hanya menyelamatkan napas transportasi, juga menghidupkan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.

Muhammad Imron mengingatkan agar pembangunan RRT tidak menabrak rencana tata ruang wilayah (RTRW). Pembangunan RRT harus dikonsep matang. Jika ingin menarik investor, jalan semibebas hambatan itu jangan dibiarkan gelap tanpa penerangan. Juga perlu disiapkan ruang terbuka hijau di sekitarnya. ‘’Model Pahlawan Street Center (PSC) itu bisa diadopsi. Tidak hanya di pusat kota, juga bisa diterapkan pada RTT. Agar investor semakin tertarik,’’ kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka (Unmer) Madiun itu.

RRT berpeluang mempercepat perputaran uang dan barang. Sehingga merangsang geliat industri. Setiap tahapan prosesnya tentu memberikan keuntungan bagi warga sekitar RRT. Hal ini diharapkan dapat memulihkan perekonomian pascapandemi. ‘’Perputaran uang bakal meningkat dan berbagai skala usaha menggeliat,’’ ungkap Imron. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button