Advertorial

Tim PKM Unipma Berdayakan Penjual Jamu Gendong

Dorong Produksi Jamu Serbuk Karangrejo

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan– Kehadiran tiga dosen Universitas PGRI Madiun (Unipma) di Desa Karangrejo, Kawedanan, Magetan menjadi angin segar bagi pelaku usaha jamu di desa setempat. Tim yang tergabung dalam program hibah pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bersumber dari dana pemerintah tersebut diketuai Dr. drh. Cicilia Novi Primiani dan Pujiati, dosen Pendidikan Biologi beserta Mohammad Arfi Setiawan yang juga dosen dari Teknik Kimia sebagai anggota.

Novi menjelaskan pengabdian yang dilakukan menyasar kelompok usaha produksi jamu yang ada di Desa Karangrejo. Alasannya, mata pencarian mayoritas penduduk di wilayah tersebut adalah penjual jamu. Selama ini produksi berlangsung tradisional dan dijajakan di daerah sekitar. Tim PKM Unipma terjun ke tengah masyarakat untuk mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok jamu gendong. Totalnya ada 15 peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Sosialisasi dan pelatihan kami lakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat karena adanya Covid-19,” jelasnya.

Fokus kegiatan berupa edukasi pembuatan dan diversifikasi produk jamu. Pelatihan diversifikasi produk jamu dilakukan secara langsung menggunakan alat produksi yang diberikan. Yaitu mesin pembuat serbuk. Menurut Novi, pembuatan jamu serbuk bertujuan untuk menghilangkan kandungan air pada jamu, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis serta memiliki daya simpan lebih lama. “Harapannya produk jamu bisa dipasarkan dengan wilayah lebih luas serta kemasan yang menarik,” terangnya.

Tim PKM Unipma juga memberikan bibit jamu. Seperti jahe merah, jahe emprit, kencur, kunyit dan alat produksi berupa mesin pembuat jamu serbuk. Novi beserta anggota tim berharap dengan adanya hibah ini diharapkan produk jamu buatan masyarakat Desa Karangrejo bisa dikenal secara luas, sehingga mampu menambah income warga. “Pendampingan akan dilakukan hingga akhir tahun, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk ke depannya,” harapnya.

Sementara itu, koordinator kelompok jamu Desa Karangrejo, Ambar berterima kasih dengan kehadiran tim dari Unipma. Sebab memudahkan kelompok produksi jamu gendong memproduksi jamu setiap hari. “Ini sangat membantu sekali, kami juga mendapatkan pengetahuan baru,” terangnya. (afi/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button