Madiun

Tim Penyidik Kejari Kota Madiun Sisir TPA Winongo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun turun gunung ke TPA Winongo Kamis (23/1). Kedatangan para pemburu rasuah itu menindaklanjuti penyidikan dugaan skandal korupsi TPA Winongo.

Tim mendata satu per satu barang bukti di tempat pembuangan akhir terbesar se-Madiun Raya tersebut. Mulai dua ekskavator, satu backhoe, truk angkut sampah AE 8313 BP, serta 13 drum yang digunakan wadah BBM jenis dexlite. ‘’Meninjau dan mendokumentasikan barang bukti,’’ kata Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Wartajiono Hadi.

Pendokumentasian itu, lanjut Hadi, untuk melengkapi berkas perkara yang kini tengah diusut sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Jaksa sengaja tidak menyita sederet barang bukti terkait. Statusnya tetap hak milik negara sehingga tetap boleh digunakan. Karena itu, berkas foto diperlukan untuk menunjukkan kepada hakim bahwa benar adanya barang bukti itulah yang digunakan dalam proyek controlled landfill. ‘’Karena itu (barang bukti, Red) kan sarana atau alat yang digunakan, sehingga timbul perkara dugaan korupsi ini,’’ ungkapnya.

Para pemburu rasuah sampah tiba di TPA Winongo sekitar pukul 11.30. Penyidik juga meninjau beberapa lokasi jika dimungkinkan ada barang bukti tambahan untuk pengembangan penyidikan. Pendokumentasian barang bukti dilanjutkan penandatanganan berita acara. ‘’Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain jika nanti ada fakta yang mendukung,’’ bebernya.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Aang Marhendra Budiono mengungkapkan bahwa barang bukti tersebut telah disita. ‘’Kita dipinjami (barang bukti) untuk kelancaran kerja di TPA,’’ katanya.

Aang memastikan pengelolaan sampah di TPA Winongo tetap berjalan normal. Dalam sehari, produksi sampah Kota Madiun mencapai 115 ton. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, tentu pengolahan sampah tidak boleh terhenti meski sehari. (kid/c1/fin)

SDK Melenggang lewat Tangga Belakang

SADIKUN (SDK) yang pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI) 2017 lalu, diperiksa Kejari Kota Madiun Kamis (23/1).

SEKRETARIS DLH: SDK diperiksa penyidik selama 2,5 jam, mulai pukul 08.00-10.35.

Kapasitas mantan Kabag Administrasi Pembangunan dan Aset (Adbang) itu kini sebagai sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun. SDK menjalani pemeriksaan selama 2,5 jam. Sebagai saksi, dia dicecar belasan pertanyaan oleh penyidik mulai pukul 08.00-10.35. ‘’Sebagai sekretaris, SDK dianggap mengetahui proses tersebut (operasional ekskavator di TPA Winongo, Red),’’ kata Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun Toni Wibisono.

Toni menjabarkan, materi pemeriksaan terhadap SDK masih seputaran mekanisme proyek controlled landfill. Mulai pengajuan secara administratif hingga pada bentuk pertanggungjawabannya. Sebab, penyidik mengendus dugaan korupsi dilakukan tiga tersangka sejak 2017 hingga Mei 2019. ‘’Lebih dari 15 pertanyaan,’’ lanjutnya.

Usai menjalani pemeriksaan, SDK menghindari awak media yang menanti di lorong lantai dua ruang penyidikan sedari pagi. Dia meninggalkan kantor kejari tanpa diketahui. Dimungkinkan bergegas pulang lewat tangga belakang. ‘’Ada dua saksi lain yang juga didatangkan,’’ imbuh Toni.

Dua saksi itu, lanjut Toni, yakni Budiono dan Winarta. Keduanya merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang pernah bertugas di TPA Winongo. Keduanya disodori pertanyaan penyidik seputar apa yang diketahui di TPA Winongo. Selama kurun waktu yang disangkakan korupsi ini. ‘’Segera kami lakukan pendataan guna menandai beberapa poin keterangan yang dianggap urgen,’’ ujarnya.

Jika diperlukan, saksi tambahan masih akan dihadirkan. Sejak penahanan tiga tersangka (HM, SH, dan PW), kejaksaan telah memeriksa kurang lebih 22 saksi. Dari serangkaian pemeriksaan itu, keterangan dari para saksi dianggap cukup. Tinggal menunggu keterangan saksi ahli dari badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP) yang diagendakan datang pekan depan. ‘’BPKP berkenan hadir Rabu mendatang (29/1),’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close