Advertorial

Tim Kewaspadaan Dini Siaga Momen Lebaran

Tangkal Gangguan Kamtibmas lewat Pendalaman Informasi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Stabilitas keamanan di Magetan harus terjaga. Menyusul isu terorisme di tingkat nasional, larangan mudik Lebaran tahun ini, juga pandemi Covid-19.

Rabu (28/4) badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol) setempat menggelar rapat koordinasi (rakor) perihal penanganan konflik sosial dan kewaspadaan dini dalam menciptakan situasi kondusif di Magetan. ‘’Ada lima hal yang saat ini menjadi atensi kami bersama TNI dan Polri,’’ kata Kepala Bakesbangpol Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Lima hal itu meliputi kepulangan 755 pekerja migran asal Magetan yang habis masa kontrak. Lalu, kepulangan santri dari sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan penyekatan di beberapa titik selama momen Lebaran. Juga, isu radikalisme dan terorisme yang belakangan masih dibicarakan publik. ‘’Kemungkinan tindak kriminalitas menjelang Idul Fitri juga perlu diantisipasi. Kami usahakan tidak ada gejolak di Magetan,’’ paparnya.

Dalam rapat, bakesbangpol menerima banyak saran dari Kapolres AKBP Festo Ari Permana dan Dandim 0804 Letkol Inf Ismulyono Tri Widodo untuk menciptakan kondusivitas. Tim kewaspadaan dini bakal memaksimalkan pencegahan. Berkoordinasi dan mendalami segala informasi mengenai potensi ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Juga siap memberikan rekomendasi untuk pengambilan kebijakan anggota forkopimda. ‘’Tim selalu stand by dan akan terus melaporkan progres terkini atas situasi dan kondisi kamtibmas ke bupati (Suprawoto),’’ ucap Chanif.

Kang Woto, sapaan akrab bupati, mengatakan, Indonesia termasuk negara rawan konflik. Faktornya antara lain tingkat kemakmuran, kultur budaya yang beraneka ragam, dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat. ‘’Tapi, itu semua bisa diminimalkan. Pemerintah memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama dari situasi yang tidak kondusif,’’ ujarnya.

Menurut dia, konflik sering kali dipicu beredarnya berita hoaks. Karenanya, kecanggihan teknologi harus beriringan dengan peradaban. Masyarakat harus bijak menyikapinya. ‘’Kita harus arif menyikapi info-info yang beredar. Jangan sampai termakan informasi yang salah,’’ tuturnya. (fat/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button