Magetan

Tim Kejari Geledah Kantor Desa Baleasri

Amankan Satu Koper Barang Bukti

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Satu koper barang bukti terkait dugaan korupsi berhasil didapat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan dari kantor Desa Baleasri, Ngariboyo, Kamis (16/1).

Barang bukti yang dikumpulkan selama 1,5 jam itu berkaitan dengan berkas tahun anggaran 2017-2018. Mulai stempel, kuitansi, hingga surat keputusan (SK) kades Baleasri. Pita merah kejaksaan pun melintang di kamar mandi kantor desa. Serta di lahan yang berlokasi di RT 5 RW 1 yang rencananya bakal dibangun talut.

Kasi Pidsus Kejari Magetan Agus Zaeni mengatakan, penyegelan dilakukan karena terendus kejanggalan pada pelaksanaan pembangunan. Pada lahan yang sedianya bakal dijadikan talut tersebut. ‘’SPj (surat pertanggungjawaban, Red) ada, tapi pekerjaan fisiknya tidak ada,’’ kata Agus menunjuk lahan kosong di antara kebun dan jalan tersebut.

Pembangunan talut sejatinya telah dianggarkan pada APBDes 2017 silam. Kemudian dialihkan ke pembangunan saluran pengairan sepanjang kurang lebih 75 meter. ‘’Dialihkan dan dianggarkan lagi pada 2018,’’ ujarnya.

Pemdes mengganti nama lokasinya, namun aslinya tetap sama. Lokasi sebelumnya adalah pembangunan talut di RT 1 RW 5, diganti menjadi pembangunan talut di timur oro-oro. Namun, pembangunan fisiknya tak terlaksana. Hanya, ada SPj yang menyampaikan bahwa pembangunan itu sudah selesai dilaksanakan dan diserahterimakan dari tim pelaksana ke pemdes.

Jaksa juga mendapati Spj pembangunan kamar mandi yang sedianya dibangun di belakang kantor desa. Sebagaimana talut, kamar mandi itu tidak ada pekerjaan fisiknya. Itu yang mendasari penyegelan kamar mandi kemarin. Kejanggalan lain yang ditemukan tim penyidik yakni stempel. Stempel yang seharusnya dimiliki penyedia barang, rupanya dimiliki pemdes. ‘’Kami amankan stempelnya,’’ imbuh Agus.

Pun dengan kuitansi. Pada pembelian seragam, kuitansi itu malah dikeluarkan oleh pemdes, bukan dari penjual. Banyak kejanggalan yang ditemukan penyidik saat menggeledah ruang arsip dan ruang sekdes. Penyidik juga menemukan pengadaan laptop dan proyektor yang tidak jelas. Saat perangkat desa ditanyai penyidik, hanya terdiam. Semua kegiatan itu dilaksanakan pada masa pemerintahan Kades Emy Haryono. ‘’Kades periode sebelumnya,’’ sebut Agus.

Namun, bukan berarti Kades Juremi yang sekarang menjabat tak memiliki andil. Usut punya usut, Juremi adalah tim pelaksana. Juremi pula yang menandatangani SPj fiktif tersebut. Apakah keduanya terlibat kerja sama untuk menyelewengkan dana desa (DD) 2017 dan 2018 itu? Agus butuh waktu untuk memastikannya. ‘’Masih pengembangan. Arahnya ke kades sebelumnya, kades baru ini timlak. Tapi, pertanggungjawabannya ke timlak,’’ terangnya.

Kades Baleasri Juremi mengaku tidak tahu-menahu soal pembangunan talut yang dibuatkan SPj fiktif tersebut. Memang, saat itu dia adalah timlak. Dia juga tanda tangan pada SPj tersebut. Namun, dia tak mengerti yang ditandatangani itu adalah SPj. ‘’Diserahkan ke saya bendelan. Disuruh tanda tangan karena akan ada pemeriksaan,’’ ujarnya. (bel/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close