PacitanPeristiwa

Tim Gabungan Terombang-ambing Gelombang

PACITAN – Hari kedua pencarian Agus Suwanto berakhir sia-sia. Dalam pencarian nelayan asal Dusun Godeg, Desa Jetak, Kecamatan Ngadirojo, Jumat (24/8) petugas gabungan harus berhadapan dengan cuaca yang tak bersahabat.

Sulitnya medan menjadi hambatan dalam proses pencarian. Tim yang diterjunkan sempat terombang-ambing di lautan. Tingginya gelombang dan kencangnya angin membuat satu unit perahu karet sulit dioperasikan. Di titik sekitar lokasi tenggelam, gelombang setinggi 2 hingga 4 meter. Lokasinya yang tak jauh dari karang juga menyulitkan proses pencarian. ‘’Kami pun harus selalu waspada karena di Pantai Kunir, gelombang menerjang dari berbagai arah,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Windarto.

Di hari kedua, BPBD menerjunkan tujuh personel tim reaksi cepat (TRC). Pencarian yang juga melibatkan TNI/Polri, Tim SAR Linmas Satpol PP, dan kelompok pengawas masyarakat (pokwasmas) itu melakukan penyisiran intensif. Mulai titik terbaliknya perahu hingga melebar beberapa mil. ‘’Kita sudah melakukan penyisiran hingga tepi karang. Tapi, hingga petang masih nihil,’’ ungkapnya.

Windarto memastikan proses pencarian masih terus berlanjut. Petugas bakal terus melakukan penyisiran sesuai prosedur yang berlaku. Sejauh ini pun Windarto tak ingin terburu menarget batas akhir pencarian. ‘’Perintah Pak Bupati, pencarian terus jalan,’’ tegasnya menyebut bakal mengirim dua personel tambahan.

Sebelumnya, Agus Suwanto, 30, bersama Tumiat, 48, warga Jetak, Ngadirojo, dikabarkan tenggelam tergulung ombak saat mencari gurita kemarin (23/8) pukul 08.30. Akibat kejadian itu Agus tenggelam dan belum ditemukan. Sementara Tumiat selamat setelah berhasil berenang dan mendapat pertolongan nelayan lain. Nelayan menantu-mertua itu melaut dari Pantai Tawang, Desa Sidomulyo, Ngadirojo, sekitar 10 kilometer dari titik terbaliknya perahu. Keduanya berangkat melaut pukul 05.30. (mg6/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button