Madiun

Tikus Rusak 100 Hektare Padi, Petani Merugi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bukan hanya petani di Desa Muneng, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang merugi akibat serangan hama tikus. Sejumlah petani di dua kecamatan lain juga meringis karena padi yang baru ditanam ludes dikerat mamalia bernama latin Rattus argentiventer itu. ‘’Selain Pilangkenceng, lahan padi yang diserang adalah Wonoasri dan Balerejo,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sumanto Kamis (16/1).

Total lahan padi yang rusak akibat serangan tikus di tiga kecamatan itu sekitar 100 hektare lahan. Masing-masing kecamatan memiliki luas terdampak berbeda-beda. Di Wonoasri 16 hektare, Balerejo 30 hektare, dan Pilangkenceng 54 hektare. ‘’Kebanyakan yang diserang itu padi yang baru tanam, umur antara 10 sampai 15 hari,’’ ujar Sumanto.

Menyikapi kondisi tersebut, disperta melakukan sejumlah langkah pengendalian dan pemberantasan hama tikus. Di antaranya, pengadaan 400 unit emposan tikus dan pembagian racun tikus kepada petani. Juga, gropyokan serentak. ‘’Kalau dilakukan sendiri-sendiri akan kurang efektif. Tikus bisa memiliki ruang untuk kabur ke daerah yang tidak dilakukan gropyokan,’’ terangnya.

Sumanto mengatakan, sepasang hama tikus bisa berkembang biak hingga ribuan ekor per tahun. Pihaknya berencana membatasi penanaman padi dengan maksud meminimalkan ketersediaan makanan bagi hama tersebut. Sebagai gantinya, petani diarahkan menanam tanaman yang tidak disukai tikus. Seperti bawang merah, tembakau, atau cabai saat kemarau. ‘’Ini masih kami rencanakan,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close