Pacitan

Tiket Retribusi Masuk Gua Gong, Pacitan, Diusulkan Naik Tahun Depan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pembahasan rencana kenaikan tarif retribusi sejumlah objek wisata antara eksekutif dan legislatif naga-naganya bakal berjalan alot. Sinyal itu ditunjukkan Ketua DPRD Pacitan Indrata Nur Bayu Aji yang menilai kebijakan kenaikan tidak bisa dipukul rata.

Usulan dinas pariwisata pemuda dan olaharaga (disparpora) itu masuk dalam substansi raperda perubahan kedua Perda 1/2017 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. ‘’Karena mengarahnya ke masyarakat semua,’’ kata Aji Rabu (11/12).

Menurut Aji, tidak semua objek wisata perlu dinaikkan tarifnya. Menilik imbasnya langsung ke wisatawan dan pelaku usaha di dalamnya. Alangkah bijak dilakukan pemilahan. Memetakan destinasi wisata yang sudah siap atau belum menerima tarif penyesuaian. Pantai Pancer Door salah satu yang dirasa belum waktunya. ‘’Harus ada kajian lebih,’’ ujarnya.

Diketahui, hanya satu dari sembilan objek wisata yang dikelola pemkab yang tarifnya tidak direncanakan naik. Delapan lainnya diusulkan naik dengan persentase 30 persen hingga 100 persen. ‘’Kalau masyarakat sudah sejahtera dengan kondisi saat ini, ya tidak perlu (dinaikkan),’’ ucapnya.

Aji tidak sepenuhnya berseberangan pendapat dengan eksekutif. Dalam hal menaikkan retribusi Gua Gong, misalnya. Politikus Partai Demokrat itu sepakat bahwa alasannya pemeliharaan wisata. Sebab, pendapatan daerah, kelestarian, dan pemeliharaan sumber daya wisata sama-sama tetap terjaga dengan baik. ‘’Pansus (panitia khusus, Red) yang akan mengkaji lebih detail dan jeli terhadap rencana ini,’’ tuturnya.

Bupati Pacitan Indartato menegaskan, rencana menaikkan tarif tujuannya bukan membebani masyarakat. Melainkan meningkatkan pelayanan. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat juga bisa lebih baik. ‘’Dana yang tersedia bisa untuk membenahi kritikan masyarakat,’’ ucapnya.

Di sisi lain, kucuran dana pemerintah pusat tahun depan menurun. Kenaikan tarif merupakan langkah penanggulangannya. Inflasi akibat kenaikan harga juga jadi bahan pertimbangan. Namun, bupati menampik bahwa peningkatan untuk menutup target pendapatan asli daerah (PAD). Yakni, dari Rp 12,2 miliar menjadi Rp 16,5 miliar. ‘’Intinya bagaimana pemerintah itu memberikan pelayanan dengan baik tapi masyarakat tidak memprotes,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close