Mejayan

Tiga Trotoar Rp 17 Miliar, Pemkab Bantah Proyek Ikut-ikutan Kota Madiun

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun naga-naganya tidak ingin kalah dengan Kota Madiun dalam merias wajah kota. Duit Rp 17,1 miliar dikucurkan untuk tiga proyek pembangunan trotoar dan rehabilitasi pedestrian di kawasan Caruban, yakni Kecamatan Mejayan dan Wonoasri.

Ketiganya Jalan MT Haryono (Rp 8,3 miliar), Ahmad Yani (Rp 5,3 miliar), dan Letjen Sutoyo (Rp 3,5 miliar). ‘’Masuk kegiatan P-APBD (perubahan APBD) 2020,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Gunawi Minggu (1/11).

Gunawi menyebut, tiga proyek infrastruktur bagi pejalan kaki itu kelanjutan tahun sebelumnya. Jalan MT Haryono, misalnya, yang melanjutkan sisi timur. Pembangunan kali ini dimulai dari depan Gedung Padepokan Kampung Pesilat ke arah barat hingga pertigaan Dusun Karanglo, Buduran, Wonoasri. ‘’Kalau Jalan Letjen Sutoyo sifatnya rehabilitasi. Dua ruas lainnya sekalian drainase,’’ terangnya.

Gunawi membantah kesan proyek kaget alias dadakan karena pengerjaannya dimulai pasca–P-APBD digedok DPRD. Apalagi dianggap ikut-ikutan atau tidak ingin kalah dengan saudara mudanya, Kota Madiun. Pemkot lebih dulu membangun trotoar di sepanjang Jalan Pahlawan.

Proyek diklaim terkonsep dan terencana berdasar dua regulasi. Selain Perda 9/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), juga amanat Peraturan Pemerintah (PP) 3/2019 ihwal Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Madiun. ‘’Anggaran ini juga memanfaatkan potensi silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran, Red) tahun lalu,’’ ujarnya.

Dia geleng kepala kala disinggung pembangunan Malioboro-sentris di Caruban ke depannya. Proyek disebut murni pemenuhan fasilitas untuk pejalan kaki. Namun, tidak dimungkiri penataan kawasan kota di Jogjakarta dan Jakarta menjadi sumber referensi. Sebab, keduanya lebih dulu memulai pembangunan. ‘’Kami tidak terbawa arus mendandani daerah secara berlebihan atau semacamnya,’’ tutur Gunawi.

Di sisi lain, keberadaan trotoar demi menumbuhkan kegiatan perekonomian warga setempat. ‘’Kalau jalur pedestriannya representatif, pertokoan dan warung di kanan-kiri berjalan. Otomatis lebih banyak pembeli yang datang,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button