Ngawi

Tiga Tahun, Tujuh Orang Korban Kecelakaan Air

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Mandi di sungai bisa mengancam nyawa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat tujuh orang menjadi korban kecelakaan air di Bengawan Madiun dan Bengawan Solo dalam tiga tahun terakhir. Sebanyak enam orang tewas dan satu lainnya belum ditemukan.

Kasus paling anyar adalah tenggelamnya Agra Yasid dan Dandi Wahyu di Bengawan Madiun Jumat lalu (6/8). Nyawa kedua remaja belasan tahun itu melayang kala mandi dan mencari kijing di aliran sungai masuk Desa Kersoharjo, Geneng. ‘’Kecelakaan air memang tinggi di Ngawi. Tapi, kami belum mengarah ke penyusunan perda,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi, Senin (9/8).

Menurut Teguh, tujuh peristiwa tenggelam sejak 2019 itu murni akibat kelalaian korban. Mereka kurang berhati-hati kala berada di kawasan bengawan yang diketahui berbahaya. ‘’Kami sosialisasikan ke sekolah. Karena korbannya mayoritas adalah anak-anak. Selain itu, juga kami ajarkan bagaimana cara menolong orang tenggelam di sungai,’’ terangnya. (odi/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button