Madiun

Tiga Tahun Terakhir, 25 Orang Tewas di Km 597–632

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ruas sepanjang 45 kilometer tol Solo–Kertosono (Soker) ini pantas disebut jalur tengkorak. Bagaimana tidak, 25 orang meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan bebas hambatan masuk wilayah Kabupaten Madiun tersebut. Insidennya terjadi dalam kurun tiga tahun terakhir. ‘’Korban meninggal dunia (MD) puluhan,’’ kata General Manager Operasi dan Pemeliharaan Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Agus Hariyanto Selasa (25/2).

Sejak diresmikan Maret 2018, Satlantas Polres Madiun mencatat 39 kejadian laka lantas dari Kilometer (Km) 597 hingga Km 632. Perinciannya, 14 kejadian dengan delapan korban MD pada tahun pertama tol beroperasi. Jumlahnya naik menjadi 18 kejadian dengan 15 korban tewas pada tahun berikutnya. Sementara JNK mendata ada tujuh laka lantas per 25 Februari 2020. Insiden di Km 621 Minggu lalu (23/2) mengakibatkan dua orang tewas.

Agus enggan menyampaikan di Km mana saja puluhan laka lantas berujung kematian itu terjadi. Alasannya, banyaknya kejadian pada lokasi tertentu bukan berarti menandakan kawasan itu rawan. Dalam kamus lembaganya, tidak ada titik-titik dominan laka lantas. ‘’Tapi juga bukan berarti seluruh jalur tol itu rawan laka lantas,’’ ujarnya.

JNK menolak sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas puluhan nyawa melayang sia-sia itu. Banyaknya faktor penyebab laka lantas dijadikan sebagai dalih. Hasil analisis dan evaluasi (anev) JNK, penyebab tabrakan tunggal atau tumburan dengan kendaraan lain karena pengemudi mengantuk dan ban becah. ‘’Dua itu paling sering terjadi,’’ ungkap Agus.

Dia mengklaim keamanan berkendara di tol telah ditingkatkan. Salah satunya pemasangan dua unit lampu penerangan tambahan di Km 635 dan Km 644. Dua titik itu dipandang sangat gelap ketika malam. Mengapa tambahan lampu penerangan tidak dilakukan secara menyeluruh sepanjang 45 kilometer? ‘’Tol termasuk dalam kawasan luar kota. Sehingga tidak wajib ada penerangan jalan,’’ terangnya.

Agus menjelaskan, penerangan wajib dipasang adalah lokasi gerbang tol (GT). Karenanya ada ruas yang sangat gelap ketika malam. Meski penambahan lampu sifatnya sunah, upaya meminimalkan laka lantas tetap dilakukan. Di antaranya menambah rumble strips dan lampu berwarna biru.

Sisi kanan dan kiri badan tol juga dilengkapi guide post. Alat itu bisa memantulkan cahaya saat malam. Selain itu, menambah rambu peringatan batas kecamatan dan singing road. ‘’Operasi kecepatan juga dilakukan. Kecelakaan bisa terjadi karena faktor pengemudi yang melebihi batas kecepatan dan faktor kendaraannya sendiri,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close