Advertorial

Tiga Raperda Inisiatif DPRD Kota Madiun Diuji Publik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif usulan legislatif selangkah lagi tuntas. Senin (4/10) Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Madiun menggelar uji publik tiga raperda inisiatif tersebut di Ballroom Hotel Aston.

Tahapan selanjutnya adalah rapat dengar pendapat (RDP) dengan organisasi perangkat daerah (OPD), persetujuan Pemprov Jawa Timur, dan terakhir rapat paripurna penetapan raperda menjadi peraturan daerah (perda).

Ketiga rancangan produk hukum itu adalah raperda tentang perlindungan dan pengembangan ekonomi kreatif, raperda tentang penyelenggaraan perizinan berusaha, serta raperda tentang cagar budaya. ‘’Uji publik ini untuk mendapatkan masukan dari masyarakat. Targetnya akhir November ditetapkan jadi perda,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) BMS.

AR menyebut, ketiga raperda inisiatif tersebut sangat relevan dengan situasi sekarang. Raperda tentang perlindungan dan pengembangan ekonomi kreatif, misalnya, disusun demi memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

Produk hukum itu sekaligus melindungi hasil kreativitas pelaku ekonomi kreatif serta memberikan kemudahan fasilitas kepada mereka. ‘’Dengan begitu, persoalan pelaksanaan program perlindungan dan pengembangan ekonomi kreatif dapat segera teratasi,’’ ujar AR.

Raperda tentang penyelenggaraan perizinan berusaha merupakan upaya lompatan menuju pembentukan mal pelayanan publik (MPP). Sasarannya memberikan sekaligus meningkatkan ekosistem investasi maupun kegiatan berusaha yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. ‘’Serta meningkatkan kualitas usaha daerah di berbagai bidang,’’ imbuh AR.

Sementara, raperda tentang cagar budaya bertujuan mewadahi aset-aset pemkot. Terutama objek bernilai sejarah agar kelestariannya tetap terjaga. Produk hukum itu sekaligus mempromosikan cagar budaya Kota Madiun ke taraf internasional. ‘’Hasil akhirnya juga akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat kota ini,’’ tuturnya.

AR menambahkan, tiga raperda inisiatif itu juga disusun berdasarkan aspirasi masyarakat. Harapannya, setelah ditetapkan menjadi produk hukum, kelak dapat menjadi landasan formil sesuai bidang masing-masing. ‘’Insya Allah menjadikan Kota Madiun lebih baik,’’ ucapnya. (kid/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button