Advertorial

Tiga Kelurahan Dongkrak Ekonomi Lewat Lapak UMKM

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun– Pembangunan lapak UMKM di Kartoharjo, Oro-Oro Ombo, dan Kanigoro nyaris rampung. Bahkan, lapak di Kelurahan Oro-Oro Ombo sudah digunakan untuk berjualan. Sedangkan, lapak di Kartoharjo akan difungsikan setelah pandemi Covid-19. Lalu, lapak di Kanigoro akan dirampungkan pada 2021 mendatang.

Lurah Kartoharjo Andik Dwi Sarwono menjelaskan, pembangunan dua lapak di wilayahnya menelan biaya sekitar Rp 261 juta. Dana sebanyak itu tidak sekadar untuk pembangunan lapak, tapi juga pengembangkan wisata di sekitarnya. Seperti membangun taman di area lapak dan gazebo. Di area lapak yang berada di Jalan Gang Sendang Barat tersebut terdapat sumber mata air atau sendang.

Rencananya pada 2021 akan dibangun kolam ikan, pembangunan pagar keliling, serta lampu taman. Juga tersedia beraneka ragam kuliner, seperti dawet, sambel pecel, madu mongso, jamu, dan lainnya. ‘’Kami berharap keberadaan lapak ini bisa menyejahterkan masyarakat setelah perekonomian anjlok akibat pandemi,’’ ujar Andik.

Sedangkan lapak di Kelurahan Oro-Oro Ombo yang berdiri di lahan seluas 200 meter persegi itu dulunya fasilitas umum. Pun letaknya sangat strategis di Jalan Mayang Kembar, tepat di belakang Taman Obor. Terdapat tiga lapak yang masing-masing dikelola karang taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Rencananya juga akan dibangun geleri untuk menampung produk UMKM, seperi batik murni dan produk lainnya. ‘’Kami juga berencana membangun omah joglo. Respon masyarakat sangat antusias dengan pembangunan lapak ini. Harapan kami sendi ekonomi yang sempat lesu akibat pandemi bisa bergeliat kembali,’’ ujar Lurah Oro-Oro Ombo Bambang Agus Sunaryo.

Berbeda di Kelurahan Kanigoro, keberadaan lapak tersebut dikonsep seperti pusat jajanan serba ada (pujasera). Pada 2021 mendatang, akan dibangun tujuh lapak, dua gazebo, taman, serta area parkir. Bahkan untuk saat ini pembangunan rumah joglo pengerjaanya sudah 98 persen. Rencana jangka panjangnya di area persawahan dekat lapak akan dibangun tempat edukasi dan tata cara penanaman padi untuk anak sekolah agar paham pertanian. ‘’Lapak ini akan kami serahkan kepada kelompok masyarakat (pokmas) dan LPMK untuk pengembangan UMKM,’’ pungkas Sumiran Lurah Kanigoro. (afi/adv/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button